Data AirVisual Minggu, polusi Jakarta ke-19 dunia

Data AirVisual Minggu, polusi Jakarta ke-19 dunia

Aplikasi monitor kualitas udara, AirVisual, memperlihatkan wilayah Jakarta memiliki tingkat polusi udara berkategori tidak baik untuk kesehatan, Selasa (24/9/2019). (ANTARA/HO/AirVisual)

Jakarta (ANTARA) - Hari Minggu, udara tidak sehat masih melingkupi atmosfer di DKI Jakarta, bagi mereka yang sensitif, berdasar data AirVisual.

Hal ini menyebabkan Jakarta bertengger di peringkat ke-19 kota terpolusi dunia dari total 89 kota besar di dunia.

Pantauan pukul 11.00 WIB, kualitas udara DKI Jakarta berada pada level warna jingga dengan parameter Indeks Kualitas Udara (Air Quality Index/AQI) di angka 123 yang artinya dalam kategori tidak sehat bagi kelompok sensitif.

Indikator AirVisual memperlihatkan kualitas udara Jakarta tidak sehat bagi kelompok sensitif karena memiliki parameter polutan PM2.5 dengan konsentrasi 44,7 ug/m3.

Baca juga: AirVisual, Jumat pagi udara Jakarta tidak sehat bagi kelompok sensitif

Sehingga disarankan untuk menutup jendela, meminimalisir kegiatan luar rumah, menggunakan pemurni udara dan menggunakan masker penutup hidung jika harus berkegiatan di luar rumah.

Untuk suhu udara, Jakarta pada Minggu ini di laman yang sama diketahui rata-rata bersuhu 32 derajat Celsius dengan kecepatan angin 9,4 km/jam dan tekanan udara di angka 1.011 mb.

Lima kota terpolutan pada Minggu ini, adalah Dhaka, Bangladesh dengan kualitas udara 192 yang dicatat AirVisual terkategori tidak sehat, disusul Wuhan, China (185); Delhi, India (180); Chengdu, China (178) dan Kolkata, India (173).

Pemerintah DKI Jakarta sendiri telah merespons permasalahan polusi udara Jakarta dengan mengeluarkan Instruksi Gubernur (Ingub) Nomor 66 Tahun 2019 tentang Pengendalian Kualitas Udara di Ibu Kota.

Instruksi tersebut selanjutnya diimplementasikan melalui kebijakan perluasan wilayah rekayasa lalu lintas dengan plat nomor ganjil-genap, guna menekan populasi kendaraan sebagai salah satu pemicu polusi.

Baca juga: Pada Minggu, udara Jakarta terpolusi keempat dunia

Jakarta juga melakukan uji emisi secara rutin hingga membatasi usia pakai kendaraan yang akan melintas di wilayah setempat.

Selain itu, Pemprov DKI Jakarta juga mengintensifkan pengawasan terhadap pabrik yang berpotensi melanggar aturan lingkungan hingga mengintensifkan penghijauan di sejumlah titik kawasan.

Serta mengkampanyekan penggunaan sepeda untuk kegiatan sehari-hari yang ditambah dengan penggunaan transportasi umum.

Pewarta: Ricky Prayoga
Editor: Edy Sujatmiko
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Warga Jakarta antusias sambut kendaraan listrik

Komentar