Dua lagi jenazah pekerja migran NTT tiba di Kupang

Dua lagi jenazah pekerja migran NTT tiba di Kupang

Jenazah pekerja migran Indonesia asal Provinsi Nusa Tenggara Timur tiba di Bandara El Tari Kupang, Minggu. ANTARA/Rafael Ladopura/am.

Kupang (ANTARA) - Sebanyak dua lagi pekerja migran NTT tiba di Bandara El Tari Kupang, Minggu menggunakan pesawat Garuda dengan nomor penerbangan GA 438.

Dalam pantauan, kedua jenazah tiba di Bandara El Tari Kupang di Kota Kupang, sekitar Pukul 13.40 Wita dengan disambut isak tangis anggota keluarga yang menjemput jenazah di bandara.

Kedua jenazah tersebut di antaranya Susanto asal Hatimuk Weliman, Kabupaten Kupang, dan Fransiska Bonita Seran asal Desa Oebelo di Kabupaten Kupang, kata Kepala BP3TKI Nusa Tenggara Timur (NTT) Siwa kepada wartawan saat hadir menjemput kedua jenazah di Bandara El Tari Kupang.

Dia menjelaskan, Susanto merupakan pekerja migran yang keberangkatannya tidak terdaftar secara resmi dan dikabarkan meninggal pada 13 November 2019 akibat kecelakaan, sedangkan Fransiska Bonita Seran dikabarkan meninggal pada 10 November 2019 akibat menderita sakit.

"Setelah tiba tadi kami langsung fasilitasi kedua jenazah dan petugas kami dengan mobil ambulans langsung mengantar mereka ke tempat asal mereka," katanya.

Baca juga: Wagub pekan depan jemput PMI NTT di Suriah

Dia mengatakan, dipulangkannya dua jenazah ini menambah banyak jumlah Pekerja Migran Indonesia yang dipulangkan ke NTT mencapai sebanyak enam jenazah dalam bulan November 2019.

Sebelumnya, lanjut dia, terdapat dua jenazah pekerja migran asal NTT di Malaysia yang tiba di Bandara El Tari Kupang pada Jumat (15/11).

Kedua jenazah itu adalah Fidelis Pantur, warga Desa Langkas Cibal, Kabupaten Manggarai, Flores dan Hendricus Antonius Nusa asal Desa Paupire, Kabupaten Ende.

Baca juga: Jenazah pekerja migran asal NTT ke-44 tiba di Kupang

Pekan lalu, NTT juga menerima dua peti jenazah dari Malaysia, yakni jenazah atas nama Yakobus Ola Bolen dan Yulius Mandora.

Menurutnya, jumlah PMI asal NTT yang meninggal dunia di luar negeri hingga 17 November 2019 ini mencapai 104 orang.

"PMI yang meninggal dunia di luar negeri ini umumnya mereka yang berangkat ke berbagai negara tujuan untuk mencari kerja, tanpa melalui prosedur resmi," katanya.
Baca juga: Satgas gagalkan keberangkatan 5 calon pekerja migran
Baca juga: Satgas gagalkan 160 calon pekerja migran ilegal NTT dalam tiga bulan
Baca juga: 500 pekerja migran NTT digagalkan sepanjang Januari-Mei 2019

Pewarta: Aloysius Lewokeda
Editor: Masuki M. Astro
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Puluhan PMI ilegal asal NTT kembali diamankan

Komentar