AS kecam "penggunaan kekuatan seenaknya' di Hong Kong

AS kecam "penggunaan kekuatan seenaknya' di Hong Kong

Massa demonstran antipemerintah berjalan bersama dengan membawa bendera Amerika Serikat di Hong Kong, China, Senin (14/10/2019), dalam aksi protes menentang rencana undang-undang darurat. ANTARA/REUTERS/Umit Bektas/aa.

Washington (ANTARA) - Amerika Serikat mengecam "penggunaan kekuatan seenaknya" di Hong Kong dan mendesak Beijing untuk melindungi kebebasan Hong Kong, kata pejabat senior pemerintahan Presiden Donald Trump pada Minggu (1711).

Kecaman itu dilontarkan saat massa bentrok dengan aparat kepolisian, yang menjebak mereka di dalam salah satu universitas utama.

"Kami mengecam penggunaan kekuatan yang tak dibenarkan dan mendesak semua pihak agar tidak terpancing kekerasan dan agar terlibat dalam dialog yang konstruktif," kata pejabat tersebut.

"Seperti yang telah disampaikan Presiden, Amerika Serikat berharap Beijing menghormati komitmen mereka terhadap Deklarasi gabungan China-Inggris dan melindungi kebebasan, sistem hukum serta kehidupan demokrasi Hong Kong," tambahnya.

Aparat Kepolisian Hong Kong mengepung Universitas Politeknik dan massa mengamuk di salah satu daerah wisata, setelah ketegangan berlangsung hampir dua hari berturut-turut. Keadaan itu mengundang kekhawatiran soal kemungkinan bentrokan berdarah.

Sumber: Reuters

Baca juga: AS naikkan peringatan perjalanan atas kerusuhan di Hong Kong

Baca juga: Polisi Hong Kong tembakkan gas air mata ke dalam kampus

Baca juga: Polisi lepaskan tembakan saat massa di Hong Kong rusuh

 

Cara milenial kritisi permasalahan bangsa

Penerjemah: Asri Mayang Sari
Editor: Tia Mutiasari
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar