Film pendidikan kesehatan digelar TNI di perbatasan RI-Timor Leste

Film pendidikan kesehatan digelar TNI di perbatasan RI-Timor Leste

Dalam rangka memperingati Hari Kesehatan Nasional, prajurit TNI Pos Fatubesi Satgas Pengamanan perbatasan negara (Pamtas) Republik Indonesia - Republik Demokratik Timor Leste (RI-RDTL) sektor timur Yonif Raider 142/KJ bersama Dinas Kesehatan Kabupaten Belu dan Polindes Takirin menggelar nonton bareng film pendidikan kesehatan bersama masyarakat di Lapangan Dusun Fatubesi, Desa Takirin, Kecamatan Tasifeto Timur, Kabupaten Belu, Provinsi Nusa Tenggeara Timur (NTT).(FOTO ANTARA/HO-Satgas Pamtas)

Dengan pengetahuan kesehatan yang baik maka risiko tingginya tingkat kematian pada ibu dapat ditekan sekecil, termasuk risiko cacat pada anak akibat dari tidak terpenuhinya asupan gizi pada sang ibu dan buah hati
Jambi (ANTARA) - Dalam rangka memperingati Hari Kesehatan Nasional  Pos Fatubesi prajurit TNI di Pos Ftaubesi yang menjadi Satgas Pengamanan Perbatasan  (Pamtas) Republik Indonesia - Republik Demokratik Timor Leste (RI-RDTL) sektor timur Yonif Raider 142/KJ bersama Dinas Kesehatan Kabupaten Belu dan Polindes Takirin menggelar nonton bareng film pendidikan kesehatan.

Kegiatan itu,menurut Dansatgas Pamtas RI-RDTL Letkol Inf Ikhsanudin, digelar bersama masyarakat di Lapangan Dusun Fatubesi, Desa Takirin, Kecamatan Tasifeto Timur, Kabupaten Belu, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

"Kegiatan ini terselenggara berkat kerja sama Pos Fatubesi Satgas Yonif R 142/KJ dan Dinkes Belu dalam memberikan wawasan dan gambaran kepada masyarakat tentang pentingnya kesehatan dalam kehidupan sehari-hari, khususnya terhadap ibu yang sedang mengandung," kata Ikhsanudin dalam penjelasan yang diterima di Jambi, Senin.

Yonif Raider 142/KJ merupakan batalyon berkualifikasi Raider yang bermarkas di Jambi, dan berada di bawah komando Korem 042/Garuda Putih, Kodam II/Sriwijaya.

Menurut Danstgas kegiatan itu atas inisiatif Sertu Angga Sastra selaku Danpos Fatubesi sehingga dijalin kerja sama dengan Dinkes serta Polindes Takirin.

Kegiatan tersebut merupakan upaya Satgas Yonif R 142/KJ dalam memberikan pengetahuan dalam pemenuhan asupan gizi empat sehat lima sempurna melalui pola hidup yang lebih baik kepada masyarakat di perbatasan negara.

Dengan pengetahuan kesehatan yang baik, katanya, maka risiko tingginya tingkat kematian pada ibu dapat ditekan sekecil, termasuk risiko cacat pada anak akibat dari tidak terpenuhinya asupan gizi pada sang ibu dan si buah hati.

"Kami berharap, dengan kegiatan seperti ini dapat meningkatkan pola hidup warga masyarakat sehingga mereka selalu memperhatikan kebersihan diri dan lingkungan di sekitarnya," katanya.

Selain itu, juga tidak hanya memberikan gambaran tentang kesehatan diri sendiri dan lingkungan, namun kegiatan juga memberikan pengetahuan tentang pentingnya kesehatan terhadap ibu hamil.

"Ibu yang sedang mengandung membutuhkan asupan gizi sesuai standar kebutuhannya serta asupan gizi untuk janin yang dikandung," kata Ikhsanudin.

Ia menegaskan menyosialisasikan pola hidup sehat dan memberikan pengetahuan kesehatan terhadap ibu hamil kepada masyarakat sangat penting agar mengurangi timbulnya penyakit di lingkungan masyarakat.

Sedangkan pada seorang ibu yang sedang mengandung wajib untuk mengetahui proses perkembangan bayi dalam kandungan dan mengetahui asupan apa saja yang dibutuhkan pada saat mengandung.

Keberadaan Satgas Yonif R 142/KJ di perbatasan berdasarkan Undang Undang nomor 34 tahun 2004 tentang Tentara Nasional Indonesia, lebih rinci tercantum dalam pasal 7 ayat (2) huruf b angka 4 tentang pengamanan wilayah perbatasan.

Selain melaksanakan tugas pokok dalam menjaga tapal batas negara, Satgas Pamtas RI-RDTL sektor timur Yonif Raider 142/KJ juga melaksanakan tugas Pembinaan Teritorial Satuan Non-Komando Kewilayahan (Binter Satnonkowil) dengan berkoordinasi kepada satuan kewilayahan yang ada serta instansi terkait dalam rangka mendukung pembangunan dan membantu mengatasi kesulitan masyarakat yang berada di perbatasan.

Sementara itu, pegawai Dinkkes Kabupaten Belu, Bene (55)  mengucapkan terima kasih kepada personel Pos Fatubesi yang telah bekerja sama dalam pelaksanaaan kegiatan nonton bareng bersama masyarakat Desa Takirin sehingga dapat berjalan dengan lancar, aman dan sukses.

"Saya mewakili Dinas Kesehatan Kabupaten Belu mengucapkan banyak terima kasih kepada bapak TNI yang telah membantu kami pada pelaksanaan kegiatan nonton bareng dalam rangka Hari Kesehatan Nasional 2019," katanya.

Ia mengatakan kegiatan itu berjalan sesuai harapan, yang dapat dilihat dari jumlah warga yang datang sekitar 100 orang. "Kondisi itu menandakan antusias warga masih cukup tinggi untuk menerima ilmu pengetahuan yang kita sampaikan," kata Bene.

Sementara itu Prajurit Satu (Pratu) Hamdani selaku personel Pos Fatubesi mengatakan dengan diselenggarakanya kegiatan itu warga dapat mengetahui ilmu kesehatan yang disampaikan. Diharapkan kegiatan ini juga dapat menambah wawasan warga masyarakat Desa Takirin.

"Kami berharap ilmu yang telah diberikan oleh Dinas Kesehatan dapat bermanfaat bagi masyarakat dan terjalin ikatan kekeluargaan yang humanis dan harmonis antara TNI, pemerintah daerah dan masyarakat di Desa Takirin," katanya.

Baca juga: Penyuluhan kesehatan digelar prajurit TNI di perbatasan RI-Timor Leste

Baca juga: Satgas Pamtas RI-Timor Leste gelar pengobatan gratis warga perbatasan

Baca juga: Kasus gizi buruk di perbatasan RI-Timor Leste didata Yonif 142/KJ

Pewarta: Nanang Mairiadi
Editor: Andi Jauhary
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Ajak petinggi OPM ke NKRI, 10 prajurit TNI naik pangkat luar biasa

Komentar