Iran: Strategi kacaukan Lebanon gagal

Iran: Strategi kacaukan Lebanon gagal

Para pengunjuk rasa bergembira setelah Perdana Menteri Lebanon Saad al-Hariri menyatakan mundur di Beirut, Lebanon, 29/11/2019. ANTARAREUTERS/Aziz Taher/tm

Teheran (ANTARA) - Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi (SNSC) Iran Laksamana Ali Shamkhani pada Minggu (17/11) mengatakan strategi untuk menciptakan kekacauan di Lebanon gagal karena pejabat dan rakyat Lebanon memiliki kesadaran.

Laksama Muda Ali Shamkhani berbicara dengan Sheikh Naeem Qasim --Wakil Sekretaris Jenderal Hizbullah-- mengenai perkembangan terkini di Lebanon.

Ali mengatakan setelah IS --yang menjadi ancaman bagi rezim Zionis dan AS di kawasan itu-- ambruk, kekuatan utama sedang berusaha menciptakan krisis baru di wilayah tersebut.

Ia merujuk pada kegagalan AS di Suriah dan sanksi yang tak berfungsi terhadap Hizbullah di Lebanon.

Pejabat tinggi SNSC itu menyatakan strategi kekacauan di Lebanon bertujuan membayar kekalahan dengan mengusung gerakan lain, yang lagi-lagi gagal karena terbentur kesadaran yang dimiliki partai politik, pejabat dan rakyat Lebanon.

Shamkhani memuji Hizbullah sebagai pusat kestabilan dan keamanan di Lebanon dan wilayah itu. Ia  juga memuji kebijaksanaan Sekretaris Jenderal Gerakan Hizbullah Lebanon Sayyed Hassan Nasrallah.

Sumber: IRNA

Baca juga: Iran desak persatuan partai politik Lebanon pascapengunduran diri PM

Baca juga: Netanyahu tuduh Iran ingin hancurkan Israel

 

Pasukan Garuda Favorit Warga Lebanon

Penerjemah: Chaidar Abdullah
Editor: Tia Mutiasari
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar