Polres Jayawijaya tempatkan personel di setiap sekolah

Polres Jayawijaya tempatkan personel di setiap sekolah

Kapolres Jayawijaya Dominggus Rumaropen saat memantau personel-personel yang disiagakan di sekolah-sekolah. (ANTARA/HO humas polres)

Wamena (ANTARA) - Polres Jayawijaya, Provinsi Papua, menempatkan 2-3 orang personel di setiap sekolah yang sedang melaksanakan ujian akhir semester, sebagai bagian dari memberikan perlindungan aktivitas masyarakat.

Kapolres Jayawijaya AKBP Dominggus Rumaropen di Wamena, ibu kota Kabupaten Jayawijaya, Senin, mengatakan telah mengatur 112 personel di wilayah kota.

"Sesuai data, terdapat 50 sekolah yang terdiri dari SMA, SMK, SMP dan SD di wilayah kota. Hari ini kita telah menempatkan 112 personel. Jadi setiap sekolah ada 2-3 personel," katanya.

Dominggus mengatakan pelayanan di luar lingkungan sekolah itu akan berjalan hingga anak-anak selesai melaksanakan ujian akhir semester.

"Kita tempatkan selama lima hari hingga pelaksanaan ujian sampai selesai," katanya.

Kapolres mengatakan pengamanan di sekolah, diimbangi juga dengan patroli dan razia di tempat-tempat publik seperti pasar, pusat kota.

Baca juga: Pelajar tersangka kerusuhan Jayawijaya terancam 10 tahun penjara

Baca juga: Lebih 300 senjata tajam diamankan Polres Jayawijaya

Baca juga: Papua terkini, Polisi kejar pelaku penikaman maut di Wouma


Kegiatan razia senjata tajam dan benda-benda yang membahayakan masyarakat itu, akan dilakukan hingga Januari 2020.

"Patroli dan razia bertujuan memberikan perlindungan bagi setiap aktivitas publik di kota ini. Mobilitas kepolisian dalam berbagai kegiatan patroli, bertujuan menormalkan rasa khawatir, takut pasca kerusuhan," katanya.

Ia mengajak masyarakat tidak mempercayai berita bohong yang beredar di media sosial. Ia memastikan personel hadir untuk melindungi masyarakat.

"Senjata itu kelengkapan dari pada polri untuk memberi perlindungan di lapangan. Jadi masyarakat tidak usah khawatir. Masa polisi memberikan perlindungan kepada masyarakat, masyarakat takut. Itu kelompok yang mana kira-kira," katanya.

Dominggus mengatakan sudah memberikan pandangan kepada pelajar bahwa kehadiran brimob untuk memberikan perlindungan agar masyarakat terbebas dari kekerasan dan sebagainya yang merugikan.

"Brimob bukan hanya di Jayawijaya saja. Tadi saya sambangi para guru dan cek perkembangan situasi lindungan sekolah dan rata-rata semua menyampaikan terimakasih kepada kepolisian karena menaruh perhatian di setiap sekolah," katanya.*

Baca juga: Polres Jayawijaya selidiki kasus penikaman warga

Baca juga: Polres Jayawijaya tetapkan 13 orang TSK kasus kerusuhan di Wamena

Baca juga: Polres Jayawijaya gelar patroli di Wamena

Pewarta: Marius Frisson Yewun
Editor: Erafzon Saptiyulda AS
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar