Kedaulatan laut Indonesia bisa dibangun melalui banyaknya ekspedisi

Kedaulatan laut Indonesia bisa dibangun melalui banyaknya ekspedisi

Deputi Bidang Ilmu Pengetahuan Sosial dan Kemanusiaan LIPI Tri Nuke Pudjiastuti (baju putih paling depan) melihat sistem operasi kapal milik LIPI yang digunakan untuk riset kelautan di Jakarta, Senin. (18/11/2019). (FOTO ANTARA/Muhammad Zulfikar)

Tanpa disadari sebenarnya ekspedisi-ekspedisi tersebut adalah hal yang mambangun kedaulatan bagi laut Indonesia
Jakarta (ANTARA) - Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) mengatakan banyaknya ekspedisi laut yang dilakukan instansi tersebut serta berbagai pihak lainnya dapat berkontribusi dalam membangun kedaulatan laut Indonesia.

"Tanpa disadari sebenarnya ekspedisi-ekspedisi tersebut adalah hal yang mambangun kedaulatan bagi laut Indonesia," kata Deputi Bidang Ilmu Pengetahuan Sosial dan Kemanusiaan LIPI Tri Nuke Pudjiastuti di Jakarta, Senin.

Namun, kata dia, hal itu kurang mendapat perhatian walaupun berbagai riset-riset di sektor kelautan sudah dilaksanakan. Padahal kedaulatan laut bagi Indonesia merupakan hal yang penting.

Ia menjelaskan ketika berbicara mengenai ekspedisi menjadi bagian dari kedaulatan laut Indonesia, maka hal itu bukan sekadar data-data untuk riset ataupun publikasi internasional agar ada pengakuan bagi para ilmuwan Tanah Air.

Namun, kata dia, lebih pada bagaimana Indonesia mampu menyejahterakan rakyatnya melalui pemanfaatan data-data riset tersebut. Termasuk pula untuk kepentingan penguatan masyarakat di pesisir Indonesia.

"Tentu saja ini menjadi suatu tantangan, namun sangat luar biasa jika mampu menerima tantangan itu," katanya.

Selain itu, menurut dia, hal tersebut juga menjadi tantangan bagi rekan-rekan oseanografi yang terus-terusan melakukan penelitian di bidang kelautan.

Baca juga: Ekspedisi Krakatau kibarkan Merah Putih di dalam laut

Baca juga: Ekspedisi LIPI temukan spesies terbatas

Hendaknya, kata dia, oseanografi dapat membangun serta mengelaborasi disiplin ilmu lainnya di antaranya ilmu sosial dan keamanan internasional sehingga dapat membangun kekuatan tersendiri.

"Ini akan jadi kekuatan yang lebih baik, bukan hanya bagi para oseanografi tapi juga bagi disiplin ilmu lainnya,"  katanya 

Sebab, kata dia, kekuatan di sektor tersebut dinilai akan memiliki makna yang besar dalam jangka empat hingga lima tahun ke depan termasuk sebagai kesiapan Indonesia menjadi poros maritim dunia. Apalagi, semua konektivitas di Tanah Air serta hubungan dengan dunia internasional melalui laut.

"Artinya terlihat betapa pentingnya penelitian di lingkungan laut Indonesia dan LIPI dalam hal ini oseanografi seharusnya bisa berperan lebih baik," katanya.

Data-data penelitian yang ada tersebut nantinya tentu memproduksi ilmu pengetahuan dan ke depan diharapkan tidak hanya digunakan sendiri, namun juga untuk kepentingan yang lebih luas, demikian Tri Nuke Pudjiastuti.
​​​​​​​
Baca juga: Indonesia Prima ekspedisi pertama teliti kedalaman laut

Baca juga: LIPI rencanakan ekspedisi Laut Arafura

Baca juga: Kemlu dukung Ekspedisi Laut Dalam Jawa Selatan

Baca juga: WWF Indonesia gelar ekspedisi konservasi perairan Alor

Pewarta: Muhammad Zulfikar
Editor: Andi Jauhary
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Styrofoam dominasi 0,59 juta ton sampah masuk laut Indonesia

Komentar