Dendam lama jadi latar belakang pengeroyokan di Cengkareng

Dendam lama jadi latar belakang pengeroyokan di Cengkareng

Anggota Polsek Cengkareng Jakarta Barat membopong jenazah korban pengeroyokan Alfian Bagas alias Moncos (24) ke pemakaman di Jakarta, Minggu (17/11/2019). (ANTARA/HO/Polres Metro Jakarta Barat)

Jakarta (ANTARA) - Dendam lama menjadi latar belakang pengeroyokan hingga tewas terhadap Alfian Bagas alias Moncos (24) oleh sejumlah orang di Cengkareng, Jakarta Barat.

Kanit Reskrim Polsek Cengkareng Ajun Komisaris Polisi (AKP) Antonius, Senin mengatakan, para pelaku dendam dengan Alfian lantaran diduga suka mengadu kepada warga tentang kebiasaan pelaku.

"Dari sini kelompok in kesal. Dan ini menjadi puncaknya,” ujar Antonius.

Alfian Bagas alias Moncos berusia 24 tahun meninggal dunia setelah dikeroyok sekelompok orang di sebuah lahan kosong di Jalan Ring Road Cengkareng, Jakarta Barat.

Pengeroyokan terjadi Sabtu (16/11) dan korban tewas dengan luka parah di bagian kepala dan leher. Pelaku diduga berjumlah lebih dari tujuh orang.

Baca juga: Polisi tangkap enam pembunuh remaja warnet di Cengkareng
Baca juga: Polres Jakarta Utara tangkap pelaku pengeroyokan di Cilincing


Korban sempat dilarikan ke RSUD Cengkareng untuk mendapatkan pertolongan medis.

Korban dikeroyok setelah dijemput oleh sejumlah orang dari warnet di kawasan Duri Kosambi, Cengkareng.

Anggota Polsek Cengkareng Jakarta Barat telah menangkap enam pembunuh Alfian.

Enam delapan pelaku pengeroyokan terhadap korban sempat mencoba melarikan diri ke luar kota.

Keenam pelaku adalah IW (40) RD (36) WYD (22) SWD (28) PWT (41) dan HR (30).

Selain mengamankan enam tersangka, polisi tengah memburu dua pelaku lainnya, yakni RK (28) dan VJ.

“Tim sudah kami sebar, dua pelakunya sudah kami kantongi identitas,” kata Antonius.


 

Pewarta: Devi Nindy Sari Ramadhan
Editor: Sri Muryono
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Pihak keluarga inti diantarkan ke RS Polri

Komentar