Menperin sebut sejumlah industri Jepang siap investasi di Indonesia

Menperin sebut sejumlah industri Jepang siap investasi di Indonesia

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita ditemui usai menggelar pertemuan dengan sejumlah industri di Jepang, Senin. (ANTARA/ Sella Panduarsa Gareta)

beberapa investasi baru yang dimaksud yakni industri petrokimia Asahi Chemical yang akan menanamkan investasi sebesar Rp1,3 triliun untuk membangun pabrik polyvinil klorida (PVC) dengan kapasitas produksi 200 ribu metrik ton per tahun.
Tokyo (ANTARA) - Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menyebutkan bahwa sejumlah industri di Jepang berkomitmen untuk berinvestasi di Indonesia.

“Saya bisa sampaikan bahwa secara garis besar pertemuan dengan pihak industri Jepang sangat produktif. Sudah ada beberapa komitmen untuk investasi baru dan pengembangan,” kata Menperin di Tokyo, Senin, usai melakukan pertemuan maraton dengan delapan industri di Hotel Imperial, Tokyo, Jepang..

Menperin menyampaikan, beberapa investasi baru yang dimaksud yakni industri petrokimia Asahi Chemical yang akan menanamkan investasi sebesar Rp1,3 triliun untuk membangun pabrik polyvinil klorida (PVC) dengan kapasitas produksi 200 ribu metrik ton per tahun.

“Investasi ini dalam perluasan fase ketujuh pabrik mereka di Cilegon dan akan beroperasi pada 2021,” ujar Agus.

Selanjutnya, industri petrokimia asal Jepang Nippon shokubai juga mengaku siap untuk melakukan investasi baru sebesar 270 juta dolar AS.

Baca juga: Menperin maksimalkan kontribusi manufaktur terhadap PDB

“Nippon Shokubai akan membangun pabrik acrilyc acid dan akan selesai konstruksi pada 2021,” ungkap Agus.

Selain itu, Menperin juga mendapat laporan tentang rencana ekspansi dari Toyota Group sebesar Rp28,3 triliun yang akan direalisasikan dalam periode lima tahun yakni 2019-2023 untuk mengembangkan bisnis di Indonesia.

“Ini termasuk pengembangan Toyota, Daihatsu, dan Hino,” tutur Menperin.

Pihak Honda menyampaikan akan merealisasikan investasi sebesar Rp5,1 triliun pada periode 2019-2023 di Indonesia.

“Untuk Honda, belum soal electric vehicle (EV). Investasi tersebut untuk model baru dan pendalaman industri, lokalisasi dan sebagainya. Karena memang salah satu nilai positif dari Honda yaitu menempatkan pusat penelitian dan pengembangannya di Indonesia,” papar Menperin.

Dengan demikian, Agus optimistis bahwa hingga 2023, investasi dibidang manufaktur akan mencapai Rp40 triliun di Indonesia.

Baca juga: Menperin optimistis RI masih jadi tujuan utama investasi manufaktur

Ppada kunjungan kerjanya ke Jepang, Menperin menggelar pertemuan dengan beberapa industri setempat, di antaranya direksi Nippon Steel, Nippon Shukubai, serta Asahimas.

Kemudian, Menperin juga bertemu sejumlah industri otomotif, yakni dengan Mitsubishi Motors Corporation (MMC), Mitsubishi Corporation (MC), Toyota Group, Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN), Toyota Astra Motor (TAM), Daihatsu Motor Corporation, Astra Daihatsu Motor, Hino Motor (Jalan), dan Hino Indonesia.

Selain itu pertemuan yang dimulai sejak pukul 09.00 waktu setempat dan berakhir pada 17.15 waktu setempat tersebut dilanjutkan dengan bertemu Suzuki Motor Corporation, PT Suzuki Indonesia Motor (SIM), Isuzu Japan, Isuzu Indonesia, Honda Motor, dan Honda Prospect Motor.
Baca juga: Menperin kawal rencana investasi Hyundai di Indonesia

Pewarta: Sella Panduarsa Gareta
Editor: Nusarina Yuliastuti
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Karbon hitam Cilegon mampu tekan impor Rp1,5 triliun

Komentar