Penelitian sebut mikroplastik terdapat di ikan, air minum hingga bir

Penelitian sebut mikroplastik terdapat di ikan, air minum hingga bir

Nelayan jala tradisional menangkap ikan di waduk yang tercemar limbah sampah plastik di Lhokseumawe, Aceh, Sabtu (21/9/2019). ANTARA FOTO/Rahmad/wsj.

Kandungan mikroplastik yang cukup tinggi terdapat pada air minum kemasan
Jakarta (ANTARA) - Penelitian yang diterbitkan dalam Jurnal Ilmu dan Teknologi Lingkungan menyebutkan mikroplastik ditemukan pada hewan laut, madu, garam, gula, air minum, dan juga minuman bir.

Jurnal berjudul "Konsumsi Mikroplastik pada Manusia" yang dipublikasikan pada Juni 2019 yang dikutip di Jakarta, Senin, menunjukkan kandungan mikroplastik mulai dari paling rendah 0,2 partikel mikroplastik per gram/liter/meter kubik hingga paling banyak 325,33 partikel mikroplastik.
 
Jurnal yang ditulis oleh Kieran D. Cox dari Fakultas Biologi Universitas Victoria di Kanada dan rekan-rekan, melakukan uji polimer pada makanan laut, gula, garam, madu, dan benda cair seperti air minum dan bir dengan empat metode berbeda.

Selain itu jurnal tersebut juga menghimpun puluhan penelitian dari para peneliti sebelumnya tentang kandungan mikroplastik pada benda-benda tersebut dalam periode 2013-2018.

Dari himpunan data penelitian kandungan mikroplastik sejumlah penelitian, Cox menyimpulkan rerata jumlah partikel mikroplastik yang terkandung dalam setiap jenis bahan makanan manusia tersebut.

Baca juga: Mikroplastik ditemukan dalam tinja menimbulkan kekhawatiran


Misalnya pada hewan laut yang dimakan manusia, kandungan rerata mikroplastik dari berbagai penelitian menyebutkan 1,48 partikel mikroplastik per gram/liter/meter kubik.

Untuk kandungan mikroplastik pada garam, gula, dan madu reratanya masih di bawah 1 partikel yakni berturut-turut 0,11, 0,44, dan 0,10 partikel mikroplastik per gram/liter/meter kubik. Rerata kandungan mikroplastik pada bir disebutkan sekitar 32,27 mikroplastik per gram/liter/meter kubik.

Kandungan mikroplastik yang cukup tinggi terdapat pada air minum kemasan yaitu rata-ratanya 94,37 partikel mikroplastik per gram/liter/meter kubik. Rata-rata tersebut didapat dari empat penelitian dengan nilai kandungan paling tinggi hingga 325,33 partikel mikroplastik.

Bahkan jurnal tersebut juga menyebutkan adanya kandungan mikroplastik pada udara yang dikutip dari hasil dua penelitian tahun 2017 dan 2018.

Rata-rata kandungan mikroplastik pada udara bisa mencapai 9,80 partikel mikroplastik per gram/liter/meter kubik.

Cox dan rekan-rekan menghimpun sejumlah hasil penelitian yang dilakukan di berbagai negara seperti Prancis, Jerman, Kanada, Spanyol, Turki, Iran, China, Thailand, hingga Malaysia.


Baca juga: LIPI segera teliti kandungan mikroplastik di lautan Indonesia
 

Pewarta: Aditya Ramadhan
Editor: Dewanti Lestari
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Styrofoam dominasi 0,59 juta ton sampah masuk laut Indonesia

Komentar