Bank DKI laporkan kasus pembobolan ke penegak hukum

Bank DKI laporkan kasus pembobolan ke penegak hukum

Ilustrasi - Petugas membantu Warga untuk mengambil uang Kartu Lansia Jakarta (KLJ) di ATM Bank DKI saat didistribusikan di RPTRA Tanah Tinggi, Johar Baru, Jakarta, Selasa (8/5/2018). ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga/aa.

Jakarta (ANTARA) - Bank DKI Jakarta telah melaporkan kasus dugaan pembobolan ke penegak hukum dan manajemen bank ini menjamin keamanan dana nasabah.

"Kejadian ini dilakukan pada ATM bank lain. Sejak awal kami sudah melakukan koordinasi dengan instansi terkait atas permasalahan ini,” kata Sekretaris Perusahaan Bank DKI Herry Djufraini 
dalam keterangan tertulisnya kepada ANTARA di Jakarta, Senin.

Herry membantah permasalahan itu adalah pencurian uang oleh Satpol PP dari rekening Bank DKI. Kasus yang terjadi tidak ada hubungannya dengan dana nasabah yang ada di Bank DKI.

Layanan dan kegiatan operasional perbankan tetap berjalan normal. "Bank DKI menjamin keamanan dana nasabah," katanya.

Herry menegaskan bahwa nasabah tidak perlu khawatir untuk tetap menggunakan layanan Bank DKI seperti biasa. Dana nasabah yang ada di Bank DKI dijamin aman.

Baca juga: Oknum Satpol PP diduga bobol Bank DKI
Baca juga: Kasatpol PP DKI sebut pembobolan Bank DKI dilakukan sejak Mei


Sebelumnya, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Jakarta Barat Tamo Sijabat membenarkan satu oknum Satpol PP berinisial MO dalam pembobolan ATM Bank DKI adalah staf di wilayahnya.

Ia mengetahui hal tersebut setelah pihaknya melalui kepala seksi operasi yang menaungi MO mendapat surat panggilan dari Polda Metro Jaya perihal kasus pencucian uang untuk MO.

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) DKI Jakarta Arifin mengatakan, berdasarkan pengakuan dari oknum anggotanya yang diduga membobol Bank DKI, bahwa mereka sudah melakukan tindakannya sejak Bulan Mei, hingga menimbulkan kerugian sebesar Rp32 miliar.

"Ini menurut pengakuan mereka sudah lama. Bukan dalam sekali ambil sebesar itu, tidak. Ada yang bilang sejak Mei 2019, lanjut sampai Agustus," kata Arifin saat dihubungi di Jakarta, Senin.

Kendati demikian, Arifin mengatakan. tindakan yang dilakukan oleh 12 oknum petugas Satpol PP di Jakarta Barat, Jakarta Selatan dan Jakarta Timur ini bukanlah terkait dengan pencucian uang atau tindak pidana korupsi.

"Mereka itu tidak ada pencucian uang dan korupsi ya. Tetapi mereka ambil uang di ATM Bersama tapi saldo (di Bank DKI) tidak berkurang. Namun kenapa pihak yang sana juga baru hebohnya sekarang. Itu juga jadi pertanyaan saya, sistem mereka seperti apa?," kata Arifin.
Baca juga: Oknum pembobol Bank DKI siap-siap dipecat oleh Satpol PP
Baca juga: Kasatpol PP DKI jelaskan kronologis dugaan kasus pembobolan Bank DKI
Baca juga: Kasatpol PP DKI tak tahu ada anggota terlibat kasus pencucian uang

Pewarta: Fauzi
Editor: Sri Muryono
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Pengguna JakCard meningkat, realisasi budaya transaksi non tunai

Komentar