Laporan dari Kuala Lumpur

UAS hadiri pembukaan pesantren alumni Gontor di Selangor

UAS hadiri pembukaan pesantren alumni Gontor di Selangor

Ustadz Abdul Somad saat melakukan penggalangan dana Pesantren Darussalam di Malaysia. (ANTARA/Agus Setiawan)

Kita bangga karena Indonesia punya Gontor yang mengangkat harkat martabat Indonesia
Kuala Lumpur (ANTARA) - Pendakwah kondang asal Riau Ustadz Abdul Somad menghadiri pembukaan Pondok Pesantren Moderen Darussalam yang didirikan alumni Pesantren Gontor Malaysia di Sijangkung, Negara Bagian Selangor, Senin.

Di tempat tersebut Ustadz Abdul Somad menyampaikan ceramah di hadapan santri Pondok Pesantren Moderen Darussalam dan masyarakat Sijangkung dengan tema ceramah "Cinta Rasulullah".

"Kita bangga karena Indonesia kalau disebut selama ini, maaf seperti kuli kasar di Malaysia, ternyata punya Gontor yang mengangkat harkat martabat Indonesia karena kita punya kontribusi dalam pendidikan di sini," ujar Abdul Somad saat ditemui di penginapan Hotel Concorde Shah Alam.

Selain di Sijangkung, Ustadz Abdul Somad  pada malam harinya juga menyampaikan ceramah pada Karnival Ummah Bistari di Shah Alam.

Ustadz yang akrab disebut UAS tersebut juga berceramah di TV Alhijrah, menghadiri acara Program Bersama Puan Masdiana, istri Menteri Besar (Gubernur) Selangor di kediaman menteri besar dengan tema "Islam Rahmatan Alamin".

Baca juga: Persatuan umat diserukan UAS dari Bangka Belitung


Selain itu UAS juga mengisi acara makan malam pengajian di Dewan Raja Muda Musa, Shah Alam, dengan tema "Mahligai Syurga" dan kajian dhuha dengan tema "Mencari Keridhoan Allah" di Masjid Tengku Ampuan Jemaah atau Masjid Bukit Jelutong yang merupakan masjid Kerajaan Selangor yang terletak di Bukit Jelutong dekat Shah Alam.

Abdul Somad mengatakan pihaknya sudah melihat lokasi pesantren yang merupakan rumah tua yang disewa dan ditempati 60 anak-anak penghafal Al-Qur'an selama dua tahun.

"Kita ingin menggalang dana supaya orang kaya yang banyak uang tapi bingung menyalurkan dan orang susah yang anaknya tidak mampu bisa dipertemukan melalui dakwah sehingga kita melakukan itu. Dakwah artinya mengeluarkan umat dari tidak mampu menjadi mampu, dari bodoh menjadi berpengetahuan," katanya.

Abdul Somad mengatakan sistem pendidikan pesantren yang akan dibuka tersebut nanti mengadopsi dari Pesantren Gontor dengan muatan lokal dan hafalan Al-Quran.

Hadir pada kesempatan tersebut konsultan dan Pimpinan Pondok Moderen Darussalam Gontor Putri 7 Kampar Riau, Ustad Mohamad Makruf, unsur pimpinan MUI Riau, Fahriansyah, CEO Adaza Group Malaysia, Radzman Omar dan sejumlah tokoh penting lainnya.


Baca juga: UAS tetap hadir di Kudus meski tablig akbar ditiadakan

Pewarta: Agus Setiawan
Editor: Dewanti Lestari
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar