Menag: Madrasah berinovasi setara lembaga pendidikan lain

Menag: Madrasah berinovasi setara lembaga pendidikan lain

Menteri Agama (Menag) RI Fachrul Razi saat diwawancarai awak media massa terkait madrasah di Jakarta, Selasa. (ANTARA/Muhammad Zulfikar)

madrasah juga mulai mengungguli lembaga-lembaga pendidikan lain
Jakarta (ANTARA) - Menteri Agama RI Fachrul Razi mengatakan institusi madrasah saat ini sudah jauh beranjak dari perspektif terdahulu dengan melakukan inovasi-inovasi yang membuatnya setara dengan lembaga pendidikan lainnya.

"Bahkan saat ini madrasah juga mulai mengungguli lembaga-lembaga pendidikan lain," kata dia saat menghadiri orasi pengukuhan profesor riset bidang agama dan masyarakat di Jakarta, Selasa.

Hal ini juga dibuktikan dengan adanya orasi ilmiah dari salah satu profesor riset Badan Litbang dan Diklat (Balitbang Diklat) Kementerian Agama yang dikukuhkan yakni Profesor Farida Hanun dengan mengusung tema terkait madrasah.

Baca juga: Menag sebut UIN Ar Raniry berpeluang tingkatkan Iptek di era 4.0

Menag mengatakan kajian dan temuan tersebut menunjukkan bahwa lulusan ilmu pengetahuan dan teknologi di Kemenag telah berupaya sungguh-sungguh dalam mewujudkan dan mengembangkan sumber daya manusia sebagaimana arahan Presiden Joko Widodo.

Sehingga, ia menyatakan Kementerian Agama tidak ragu untuk menggaungkan tagline "Madrasah Lebih Baik, Lebih Baik Madrasah".

Selain itu, perlu digarisbawahi bahwa perkembangan inovasi yang terjadi saat ini mengharuskan pemerintah serta instansi-instansi terkait untuk tidak hanya fokus pada pola inovasi dari atas ke bawah, melainkan juga harus menerapkan pola bawah ke atas.

Sebab pada era melek pengetahuan seperti saat ini, semua orang bisa menjadi tiba-tiba kelihatan pandai dan tidak ada fatwa manapun yang tidak bisa dibantah oleh fatwa lainnya.

"Karena setiap orang sekarang belajar banyak dari beragam referensi yang ada," ujar dia.

Sehingga, tidak ada seorangpun atau lembaga manapun yang bisa bisa mengklaim diri lebih tahu dari yang lain. Melainkan merupakan kewajiban antarsesama dalam memberi pilihan sehingga banyak referensi ilmu.

Contohnya, kata dia, seorang pasien dapat tiba-tiba menjadi lebih pandai daripada dokter spesialis setelah membaca banyak referensi dengan memanfaatkan kemajuan di bidang teknologi.

Bahkan, pasien dapat dengan gampang mengatakan bahwa dokter memberikan obat yang salah atau obat yang memberi banyak dampak negatif.

"Di bidang agama juga begitu. Jadi pola bawah ke atas harus diterapkan juga," katanya.

Sementara itu, Profesor Farida Hanun dalam orasinya terkait inovasi peningkatan mutu pendidikan madrasah menyampaikan madrasah secara nomenklatur telah terintegrasi dalam pendidikan nasional sehingga perannya dalam mengimplementasikan fungsi undang-undang juga berpengaruh besar bagi peningkatan mutu pendidikan.

Menurut dia, madrasah berinovasi mengalami perkembangan mengikuti peradaban bangsa yang terus berkembang. Awalnya memang lebih menekankan pada aspek moral dan spiritual dan tidak mementingkan ijazah. Orientasi yang dikembangkan lebih pada meningkatkan ilmu sebagai bentuk ibadah kepada Allah.

Seiring perkembangan kebutuhan pascakemerdekaan, pemikiran untuk mengembangkan madrasah menjadi madrasah berinovasi terus dilakukan oleh pemerintah dan masyarakat. Hal ini untuk menjawab semakin tingginya kebutuhan masyarakat terhadap madrasah yang menghasilkan anak didik berilmu tinggi sekaligus bertakwa.

Baca juga: Menag: Kompetisi Sains Madrasah ruang aktualisasikan potensi

Pewarta: Muhammad Zulfikar
Editor: Zita Meirina
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Siswa madrasah di Aceh imunisasi vaksin difteri

Komentar