Ayn Al-Arab, Suriah (ANTARA) - Pendukung kelompok teror pada Senin (18/11) menyerang kendaraan militer Rusia yang melakukan patroli gabungan dengan militer Turki di Suriah Utara.

Anggota YPG/PKK berusaha menghalangi kendaraan lapis baja dengan penghalang beton, melempari mereka dengan bom Molotov dan batu sementara Kantor Berita Turki, Anadolu merekam patroli darat gabungan yang dilakukan berdasarkan kesepakatan yang dicapai antara Ankara dan Moskow bulan lalu.

Satu kendaraan Rusia juga menjadi sasaran bom Molotov, dan untuk sementara berhenti sebelum melanjutkan patroli.

Baca juga: Rusia kerahkan helikopter militer untuk patroli di Suriah-Turki

Pelaku teror, yang menyamar dengan pakaian warga sipil, berusaha mengganggu gerakan patroli gabungan, demikian laporan Anadolu --yang dipantau Antara di Jakarta, Selasa.

Pada 8 Nov., satu rekaman video memperlihatkan seorang pria bergantungan di pintu satu kendaraan militer Turki yang bergerak selama patroli bersama dengan Rusia. Prai itu berusaha mendekati tentara di dalamnya.

Di dalam video tersebut, pria itu jatuh dari kendaraan tersebut dan tampaknya cedera.

Baca juga: Turki dan Rusia adakan patroli bersama di bagian timurlaut Suriah

Akun media sosial yang berkaitan dengan YPG/PKK secara palsu menyatakan satu kendaraan lapis baja Turki mengakibatkan kematian seorang warga lokal.

Namun, penelitian lebih lanjut di unggahan itu mendapati orang yang diduga sebagai warga sipil tersebut sesungguhnya adalah anggota YPG/PKK.

Di bagian lain di internet, orang yang sama diperlihatkan di depan mortir yang ditembakkan ke wilayah Turki dan memasang mortir.

Baca juga: Turki serahkan 18 tentara Suriah usai koordinasi dengan Rusia

Pada 22 Oktober, Ankara dan Moskow mencapai kesepakatan yang menjadi dasar penarikan anggota YPK/PKK sejauh 30 kilometer ke selatan perbatasan Turki dengan Suriah, dan pasukan keamanan Turki dan Rusia akan melakukan patroli gabungan di sana.

Dalam lebih dari 30-tahun aksi teror terhadap Turki, PKK --yang dimasukkan ke dalam daftar organisasi teror oleh Turki, AS dan Uni Eropa-- telah bertanggung jawab atas kematian 40.000 orang, termasuk perempuan, anak kecil dan bayi. YPG adalah cabang PKK di Suriah.
 

Penerjemah: Chaidar Abdullah
Editor: Mohamad Anthoni
Copyright © ANTARA 2019