PLN Jatim dukung pengembangan kawasan industri dengan kemudahan

PLN Jatim dukung pengembangan kawasan industri dengan kemudahan

Petugas PLN memeriksa transmisi di Unit Pelaksana Transmisi (UPT) Gresik yang terletak di Jalan Mayjen Sungkono No 4 Segoromadu Kebomas Gresik, Jatim. ANTARA/Abdul Malik Ibrahim/am.

Kemudahan juga kami berikan hingga penyambungan sementara untuk proses konstruksi dengan Super Power Bank yang disiapkan secara khusus untuk memenuhi kebutuhan kawasan industri
Surabaya (ANTARA) - PLN Unit Induk Distribusi Jawa Timur mendukung pengembangan kawasan industri di wilayah itu dengan memberikan kemudahan layanan berupa potongan harga/diskon, serta cicilan, dan layanan premium seperti Super Premium dan Super Ultima.

General Manager dari PT PLN (Persero) UID Jawa Timur, Bob Saril di Surabaya, Selasa mengatakan kemudahan ini sebagai tindak lanjut kerja sama dengan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM – PTSP) Provinsi Jawa Timur dalam mengembangan kawasan industri Jawa Timur.

"Kemudahan juga kami berikan hingga penyambungan sementara untuk proses konstruksi dengan Super Power Bank yang disiapkan secara khusus untuk memenuhi kebutuhan kawasan industri," katanya.

Bob mengaku PT PLN (Persero) UID Jawa Timur juga sedang mempersiapkan jaringan listrik agar para investor dan pemilik industri tidak perlu khawatir terkait kebutuhan listrik di Jatim.

Baca juga: Menperin sebut industri tekstil dan pakaian tumbuh paling tinggi

Sebelumnya, Kepala DPM–PTSP Jawa Timur, Aris Mukiyono mengatakan kawasan industri memiliki peran besar dalam meningkatkan angka investasi di Jawa Timur.

Pengembangan itu, kata dia, tidak lepas dari peran berbagai pihak seperti PLN sebagai penyedia jasa kelistrikan, sehingga dibutuhkan kesiapannya untuk mendukung peran kawasan industri untuk meningkatkan investasi di Jawa Timur.

Baca juga: Jateng akan kembangkan pendanaan restrukturisasi mesin usaha mebel

Sementara itu, berdasarkan data PLN UID Jatim kontribusi dari sektor industri saat ini mencapai 62 persen, dengan total pendapatan sekitar Rp39 triliun.

Sedangkan pasokan listrik untuk wilayah Jawa Timur masih sangat cukup hingga tahun 2022, yakni masih surplus sekitar 1.600 Megawatt.

Baca juga: Kemenperin perkirakan industri makanan dan minuman tumbuh 8 persen

 

Pewarta: A Malik Ibrahim
Editor: Agus Salim
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar