Pastikan tidak mengandung merkuri, DKP dan BLH Jayapura periksa ikan

Pastikan tidak mengandung merkuri, DKP dan BLH Jayapura periksa ikan

Penjualan ikan di tempat pelelangan ikan (TPI) Hamadi mengalami penurunan akibat informasi tumpahnya merkuri di Madang, PNG, Selasa (19/11/2019). ANTARA/Evarukdijati/am.

Jayapura (ANTARA) - Walikota Jayapura Benhur Tomi Mano, Selasa, mengatakan sudah memerintahkan Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) dan Balai Lingkungan Hidup (BLH) untuk memeriksa ikan yang dijual di pasar, apakah tercemar merkuri atau tidak.

Pemeriksaan itu dilakukan untuk memastikan ikan yang dikonsumsi warga aman dari merkuri yang dilaporkan tumpah di perairan Madang, Papua Nugini, bulan Agustus lalu.

Namun, hingga kini belum ada laporan dari kedua instansi, kata Mano.

Sebelum kedua instansi mengimbau warga untuk sementara berhati-hati dalam mengkonsumsi ikan terutama ikan laut.

“Untuk sementara masyarakat diminta berhati-hati dalam mengkonsumsi ikan laut hingga adanya laporan dari DKP dan BLH,” kata Benhur.

Baca juga: Konsul PNG di Jayapura: Dampak mercuri di Madang terus diteliti

Roy, salah seorang penjual ikan di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Hamadi, mengakui jumlah pembeli mengalami penurunan dibanding hari biasanya.

“Mungkin karena adanya info tentang tumpahnya merkuri di PNG sehingga warga yang membeli ikan menurun,” kata Roy seraya berharap ikan-ikan hasil tangkapan nelayan yang dijual di TPI Hamadi tidak tercemar merkuri.

Kasus tumpahnya merkuri milik perusahaan nikel menyebabkan Pemerintah Papua Nugini mengeluarkan larangan makan ikan bagi warga Madang dan warga propinsi di sekitarnya seperti Morobe, East Sepik, dan West Sepik.*

Pewarta: Evarukdijati
Editor: Erafzon Saptiyulda AS
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Densus 88 geledah rumah dua terduga teroris di Jayapura

Komentar