AS jatuhkan sanksi empat perusahaan, dua individu pendukung ISIS

AS jatuhkan sanksi empat perusahaan, dua individu pendukung ISIS

Kurang dari 600 personel militer AS akan tetap berada di Suriah Utara untuk memastikan kekalahan langgeng kelompok Da'esh/ISIS, kata Ketua Kepala Staf Gabungan AS Mark Milley di dalam satu pernyataan Ahad (10/11) (Anadolu Agency)

Washington (ANTARA) - Amerika Serikat pada Senin menjatuhkan sanksi empat perusahaan dan dua individu yang beroperasi di Suriah, Turki, Teluk dan juga Eropa lantaran memberikan dukungan logistik dan finansial kepada ISIS.

Target-target itu dimasukkan ke daftar hitam berdasarkan perintah eksekutif, yang memberlakukan sanksi terhadap para teroris dan mereka yang menyediakan bantuan atau dukungan kepada teroris, menurut Departemen Keuangan AS.

Sahloul Money Exchange Company yang berbasis di Turki, Al-Sultan Money Transfer Company dan ACL Ithalat Ihracat menjadi target karena memberikan dukungan logistik dan finansial kepada ISIS, demikian juga dengan warga negara Turki Ismail Bayaltun dan saudara kandungnya Ahmet Bayaltun

Organisasi Kesejahteraan Sosial Nejaat yang berbasis di Afghanistan beserta dua pejabat seniornya, Sayed Habib Ahmad Khan dan Rohullah Wakil, juga menjadi target lantaran mendukung aktivitas cabang ISIS di Afghanistan.

Baca juga: AS jatuhkan sanksi terhadap pemimpin jaringan Al Qaida di Mali

Melalui pernyataan, Menteri Keuangan AS Steven Mnuchin menganggap langkah itu sebagai taktik tekanan lebih lanjut terhadap kelompok tersebut setelah operasi pasukan khusus AS menewaskan pemimpin ISIS Abu Bakr al-Baghdadi.

"Menyusul suksesnya operasi melawan al-Baghdadi, pemerintahan Trump memutuskan untuk memberangus habis-habisan jaringan sel teror ISIS yang tersisa," kata Menteri Keuangan Steven Mnuchin, menggunakan akronim kelompok tersebut.

Sanksi itu membekukan setiap aset AS yang dimiliki oleh para target dan melarang warga Amerika menjalin bisnis dengan mereka.

Sumber: Reuters

Baca juga: Turki sebut Jerman, Belanda setuju bawa pulang tahanan ISIS
Baca juga: Puluhan ribu tahanan ISIS di Suriah berpotensi jadi bom waktu
Baca juga: Pemerintah Belanda menantang aturan pemulangan anak-anak ISIS

Penerjemah: Asri Mayang Sari
Editor: Azis Kurmala
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar