Layak dijadikan film kisah pahlawan nasional Nani Wartabone

Layak dijadikan film kisah pahlawan nasional Nani Wartabone

Bupati Bone Bolango, Provinsi Gorontalo Hamim Pou. (FOTO ANTARA/Adiwinata Solihin)

Perjalanan pahlawan nasional Nani Wartabone memiliki alur cerita yang kuat. Tentang perjuangan, pertemanan, nasionalime, kebinekaan hingga romantisme
Gorontalo (ANTARA) - Bupati Bone Bolango, Provinsi Gorontalo Hamim Pou menyebutkan bahwa kisah perjalanan dan perjuangan pahlawan nasional asal Gorontalo Nani Wartabone layak untuk dijadikan film.

"Perjalanan pahlawan nasional Nani Wartabone memiliki alur cerita yang kuat. Tentang perjuangan, pertemanan, nasionalime, kebinekaan hingga romantisme," katanya di Gorontalo, Selasa.

Bupati menyampaikan bahwa pembuatan film Nani Wartabone merupakan kerja sama dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan melalui Dirjen Kebudayaan, Pemerintah Kabupaten Bone Bolango dan investor.

Bupati bercerita perjalanan pahlawan Nani Wartabone memiliki kisah menarik. Ada banyak hal yang belum terungkap yang layak untuk diceritakan.

"Misalnya saat Pak Nani Wartabone dikubur hidup-hidup. Bagaimana Revolusi 1942 itu hanya berkisar berusia 12 tahun ketika Pak Nani pulang dari Jawa," katanya.

Selain itu, kata dia, belum lagi tentang sosok Sarina, tentang kedekatan sang pahlawan kebanggan Gorontalo dengan presiden pertama Indonesia Bung Karno, tentang kisah-kisah romantis, dan ada juga masalah persahabatan hingga konflik.

"Jadi menurut saya film ini akan sangat menarik, Pak Nani Wartabone itu pemimpinnya, tapi ada banyak tokoh penting di dekatnya," kata Hamim.

Ia juga menjelaskan bahwa biaya produksi film layar lebar yang mengangkat perjalanan patriotik pahlawan nasional Nani Wartabone akan "dikeroyok" bersama antara Pemkab Bone Bolango, Kemendibud serta produser.

Pihak pemkan akan bertanggung jawab pada akomodasi lokal, transportasi lokal, konsumsi, lokasi dan perizinan.

Sementara Kemendikbud akan bertanggung jawab pada riset, penyusunan skenario, lokakakrya, "master class", dan transportasi tim dari Jakarta. Sementara produser akan bertanggung jawab pada produksi, pascaproduksi, pemasaran dan aktor maupun artis.

"Tahapan awal ini sudah sekitar 30 persen berjalan, mudah mudahan tahun depan sudah bisa dilakukan pengambilan gambar, sehingga bisa jadi tahun 2021 nanti sudah bisa kita luncurkan," demikian Hamim Pou.

Baca juga: Perjuangan Nani Wartabone layak masuk kurikulum pendidikan

Baca juga: Kadisbintalad napak tilas pahlawan Gorontalo Nani Wartabone

Baca juga: Batu Nisan Pahlawan Gorontalo Hilang Karena "Mistis"

Pewarta: Adiwinata Solihin
Editor: Andi Jauhary
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Ruhana Kuddus, pejuang literasi dari Sumatera Barat

Komentar