Tiga tahun terakhir, tak ada perwakilan Gorontalo lulus Akpol

Tiga tahun terakhir, tak ada perwakilan Gorontalo lulus Akpol

Kapolda Gorontalo Brigjen Pol Wahyu Widada. (FOTO ANTARA/HO-Polda Gorontalo).

Selama kurun waktu tiga tahun terakhir, rekruitmen anggota Polri dari Akpol perwakilan Gorontalo berdasarkan data di Biro SDM Polda Gorontalo nihil akibat tidak terpenuhinya syarat kompetensi bagi calon taruna dan taruni
Gorontalo (ANTARA) - Kapolda Gorontalo Brigjen Pol Wahyu Widada menargetkan ada perwakilan putra dan putri dari Provinsi Gorontao dapat diterima dan lulus Akademi Kepolisian (Akpol) karena dalam kurun tiga tahun terakhir tidak ada yang lulus seleksi.

Ia mengemukakan di Gorontalo, Selasa, selama kurun waktu tiga tahun terakhir, rekruitmen anggota Polri dari Akpol perwakilan Gorontalo berdasarkan data di Biro SDM Polda Gorontalo nihil akibat tidak terpenuhinya syarat kompetensi bagi calon taruna dan taruni.

"Saya merasa prihatin, hal ini menjadi tantangan saya dan kita semua untuk bisa membantu Gorontalo mempersiapkan pemuda pemudinya untuk bisa lolos dalam rekruitmen Akpol berikutnya," katanya.

Ia meminta kepada para Kapolres di Gorontalo untuk melakukan pemetaan terhadap putra putri terbaik Gorontalo dan mempersiapkannya untuk mengikuti seleksi rekruitmen Akpol tahun 2020.

"Silakan para Kapolres lakukan 'mapping' yang bagus di wilayah masing-masing, mana pemuda pemudi yang terbaik dan berikan pembinaan pembekalan sepenuhnya agar bisa lolos dalam rekruitmen Akpol tahun depan," katanya.

Menurut dia tugas Polri tidak hanya sebagai pemelihara kamtibmas, penegak hukum, memberikan perlindungan pengayoman dan pelayanan kepada masyarakat, namun juga bisa menjaga peradaban, membuat manusia-manusia yang beradab, yakni manusia yang maju tingkat kehidupan lahir dan batinnya, berakhlak, berpendidikan serta berbudaya yang baik.

Sementara itu penjelasan Karo SDM Polda Gorontalo melalui Kabag Dalpers AKBP Kurniawan terkait tidak adanya keterwakilan Propinsi Gorontalo dalam seleksi Akpol akibat tidak terpenuhinya standar nilai nasional.

"Para calon siswa Akpol dari Propinsi Gorontalo kebanyakan gugur akibat nilai ujian nasional di bawah standar yang telah ditentukan, Selain Akpol, kemarin saat penjaringan Sekolah Inspektur Polisi Sumber Sarjana (SIPSS) Provinsi Gorontalo kuota juga nihil alias tidak ada yang lolos," katanya.

Ia mengaku, sesuai petunjuk Kapolda yang telah membuat Program Pra-Akpol, pihaknya turun ke sekolah-sekolah dan menjaring siswa-siswi yang berprestasi, termasuk mereka yang lulus tahun lalu dan berminat menjadi polisi, lalu akan memberikan bekal pelatihan sebelum menghadapi tes seleksi yang sebenarnya.

Baca juga: 119 calon taruna Akpol Semarang dipulangkan di tahap akhir

Baca juga: Pemecatan 13 taruna Akpol pelaku pembunuhan dinilai sebagai langkah maju

Baca juga: Mabes Polri batalkan SK kuota putra daerah

Baca juga: Propam terima tujuh keluhan soal seleksi Akpol Polda Jabar

Pewarta: Adiwinata Solihin
Editor: Andi Jauhary
COPYRIGHT © ANTARA 2019

ABUPI Perwakilan Banten bantu atasi masalah usaha pelabuhan

Komentar