AS akan ubah aturan terkait pencari suaka

AS akan ubah aturan terkait pencari suaka

Aktivis dan penerima DACA berunjuk rasa atas kebijakan pemerintahan Trump tentang imigran dan imigrasi di Manhattan, New York, Amerika Serikat, Kamis (1/3/2018). (REUTERS/Amr Alfiky)

Washington (ANTARA) - Pemerintahan Trump bersiap-siap memperketat aturan pekan ini bagi orang-orang yang diperbolehkan meminta suaka di Amerika Serikat saat negara itu berupaya membendung gelombang migrasi di perbatasan selatan dengan Meksiko.

Dalam peraturan yang akan diumumkan pada Selasa, pemerintah AS telah membuat kerangka yang akan memungkinkan para pencari suaka dikirimkan ke negara-negara lain, yang punya kesepakatan dengan AS untuk menerima mereka.

Baca juga: Trump desak Meksiko halangi pendatang ilegal dari El Savador

Peraturan itu merupakan langkah terbaru yang diambil Presiden Donald Trump untuk mencegah pencari suaka berdatangan ke Amerika Serikat.

Trump telah menjadikan topik imigrasi --dan memangkas jumlah migran, sebagian besar dari Amerika Tengah, yang mencapai perbatasan-- sebagai tema utama kampanyenya untuk terpilih kembali sebagai presiden.

Amerika Serikat telah memiliki perjanjian bilateral dengan Kanada soal suaka. Guatemala, El Savador dan Honduras dalam bulan-bulan belakangan juga sudah menandatangani kesepakatan seperti itu, namun perjanjiannya belum dituntaskan.

Baca juga: 8 jam ngoceh soal imigrasi, Nancy Pelosi berpidato paling lama di AS

Peraturan yang dikeluarkan pada Senin (18/11) akan mengubah pedoman bagi AS sendiri untuk melakukan kesepakatan serupa dengan negara-negara lain.

Langkah-langkah lain yang disiapkan Trump adalah membuat para migran tidak memenuhi syarat untuk mengajukan suaka atau memaksa para migran untuk menunggu di Meksiko sampai permohonan mereka selesai ditangani. Tapi, langkah itu tidak mencakup memaksa para pencari suaka untuk mengajukan permohonan di negara lain.

Baca juga: Trump kembali ngomong kasar dan rasis soal imigran

Sumber: Reuters

Penerjemah: Tia Mutiasari
Editor: Mohamad Anthoni
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Pemerintah Amerika Serikat tambah jumlah beasiswa untuk pelajar Indonesia

Komentar