Laporan dari Korea

Menperin undang SK Group investasi industri petrokimia di Indonesia

Menperin undang SK Group investasi industri petrokimia di Indonesia

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita. (ANTARA/ Biro Humas Kementerian Perindustrian)

Kami berharapnya industri petrokimia, karena kan Indonesia masih banyak impor industri petrokimia
Seoul (ANTARA) - Raksasa industri asal Korea Selatan SK Group menjajaki peluang investasi sektor industri di Indonesia usai menggelar pertemuan dengan Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita di Seoul, Korea Selatan.

“Dengan kedatangan ini maka mereka sangat berkeinginan investasi si sektor industri, dan akan mengirimkan timnya untuk fokus menentukan industri mana yang akan mereka pilih,” kata Menperin  Agus Gumiwang Kartasasmita di Seoul, Korea Selatan, Rabu.

Menperin menyampaikan bahwa SK Group tengah mencari mitra di dalam negeri untuk bekerja sama membangun industri. Dalam hal ini, Menperin berharap agar SK mau mengembangkan industri petrokimia di Indonesia.

“Kami berharapnya industri petrokimia, karena kan Indonesia masih banyak impor industri petrokimia,” ujar Menperin.

Untuk itu, mereka sedang mempelajari kemungkinan untuk menanamkan modalnya di Tanah Air.

SK Group terbagi dalam tiga kelompok bisnis, yakni 45 persen energi dan kimia, 37 persen ICT dan semi konduktor, dan 18 persen jasa dan logistik.

Diketahui, kebutuhan produk petrokimia bagi industri hilir sebagian besarnya atau mencapai 60 persen masih dipenuhi oleh produk impor.

Bahkan dari hampir 6 juta ton kebutuhan bahan baku petrokimia dalam negeri, pasokan produksi domestik hanya sanggup memenuhi dua juta ton.

Untuk itu, Kemenperin gencar mengejar investasi sektor petrokimia sebagai upaya mensubtitusi produk impor untuk kebutuhan dalam negeri.

Baca juga: Menperin: LG Chemical minat bangun pabrik baterai terpadu di Indonesia

Pewarta: Sella Panduarsa Gareta
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Karbon hitam Cilegon mampu tekan impor Rp1,5 triliun

Komentar