Ilham Habibie: Pendidikan vokasional penting tingkatkan daya saing

Ilham Habibie: Pendidikan vokasional penting tingkatkan daya saing

Menteri Riset dan Teknologi (Menristek)/Kepala Badan Riset Inovasi Nasional (BRIN) Bambang Brodjonegoro memberikan paparan pada kegiatan Indonesia Economic Forum di Jakarta, Rabu. (ANTARA/Muhammad Zulfikar)

Jakarta (ANTARA) - Ketua Tim Pelaksana Dewan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK)  Nasional Ilham Habibie mengatakan pendidikan vokasional atau kejuruan penting untuk terus dikembangkan dengan sasaran meningkatkan daya saing sumber daya manusia di Tanah Air.

"Efektivitas dan efesiensi dari pekerja di pabrik maupun di kantor salah satu faktor yang harus kita fokuskan adalah pendidikan," kata dia pada kegiatan Indonesia Economic Forum di Jakarta, Rabu.

Menurutnya, masalah pendidikan di Tanah Air merupakan cerita lama namun harus terus diperhatikan pemerintah untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang unggul serta berdaya saing.

"Pendidikan itu sudah cerita lama, kita semua tahu pendidikan vokasional itu dilihat kadang kurang efektif karena bahan ajarnya," ujar dia.

Baca juga: Darmin: pemerintah upayakan pelatihan dan pendidikan vokasional

Apalagi, jika dibandingkan dengan yang diperlukan dunia industri, banyak pendidikan yang kurang relevan. Sebagai contoh tenaga pendidik vokasi tetapi tidak pernah bekerja di sektor industri, sehingga apa yang diajarkan kepada anak didik tidak dihayati oleh pengajar dan cenderung normatif saja serta hanya menggandakan dari buku pelajaran.

Hal itu dinilainya tidak terlalu meningkatkan daya saing siswa maupun mahasiswa, namun program pemerintah saat ini yang disebut human capital atau sumber daya manusia menjadi salah satu fokus baru pemerintah.

Sedangkan lima tahun sebelumnya lebih ke pembangunan infrastruktur. Meskipun demikian, hal itu saja dinilai putra pertama BJ Habibie tersebut tidak cukup untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia.

"Saya kira sudah banyak yang dicapai atau kemajuan di Indonesia namun infrastruktur saja tidak cukup kita perlu meningkatkan sumber daya manusia," ujar dia.

Baca juga: Anies Baswedan bicara pendidikan vokasional


Apalagi, saat ini sering kali banyak industri masa depan dan pekerjaan belum jelas karena adanya teknologi. Misalnya otomatisasi, robotisasi, kecerdasan buatan yang mengakibatkan disrupsi dunia pekerjaan itu sendiri.

Namun, kata dia, tantangan tersebut dihadapi dunia secara global dan tidak hanya Indonesia saja. Berbagai negara maju yaitu Jerman, Amerika Serikat dan Jepang juga mengalami hal yang sama.

"Jadi kita banyak menghadapi dunia yang tidak ada kepastian. Sehingga, kita perlu menyiapkan sumber daya manusia melalui pendidikan," katanya.

Baca juga: Darmin dorong pendidikan vokasional untuk kebutuhan kerja

Pewarta: Muhammad Zulfikar
Editor: Masnun
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Keluarga belum akan berikan perlakuan khusus di pusara BJ Habibie

Komentar