Liga Inggris

Ayah Erling Haaland sebut putranya ingin bermain di Liga Inggris

Ayah Erling Haaland sebut putranya ingin bermain di Liga Inggris

Selebrasi penyerang FC Slazburg Erling Braut Haaland usai cetak gol ke gawang Liverpool di Champions League di Anfield, Liverpool, Inggris pada 2 Oktober 2019.(Action Images via Reuters/JASON CAIRNDUFF)

Jakarta (ANTARA) - Ayah dari penyerang belia FC Salzburg Erling Haaland mengatakan bahwa putranya suatu saat ingin bermain di Liga Premier Inggris.

Penyerang asal Norwegia berusia 19 tahun itu adalah pencetak gol terbanyak Liga Champions dengan torehan tujuh gol musim ini, meski berada satu grup bersama Liverpool dan Napoli. Haaland juga sudah mencetak 15 gol dalam 12 pertandingan di Liga Austria bersama FC Slazburg.

Beberapa narasumber mengatakan kepada ESPN FC bahwa Manchester United akan menanyakan ketersediaan Haaland kepada Salzburg pada bursa transfer Januari mendatang, setelah awalnya menargetkan transfer pada awal musim ini.

Baca juga: MU buru-buru dekati si fenomenal Erling Haaland

Namun, dengan menggunakan rekan senegaranya Martin Odegaard sebagai contoh, ayah Haaland, Alf-Inge mengatakan bahwa transfer putranya lebih baik dilakukan musim depan.

"Suatu hari, Erling ingin bermain di Liga Premier Inggris," kata Alf-Inge Haaland kepada Sport Bild pada Selasa (20/11).

"Saya tidak tahu kapan waktu yang ideal. Itu akan lebih cepat dari target karier kami sendiri, tetapi Liga Inggris adalah liga yang sangat sulit."

Baca juga: Juventus dan Napoli berebut Erling Haaland

Baca juga: Solksjaer nikmat saksikan kemajuan Haaland


Sejumlah narasumber mengatakan bahwa Barcelona juga tertarik dengan Haaland, tetapi beberapa laporan menyebutkan bahwa mereka ragu karena label harga yang sangat tinggi hingga 100 juta euro (sekitar Rp1,56 triliun).

Ayah Haaland, yang merupakan mantan bek Manchester City, mendesak Salzburg untuk tidak membanderol putranya dengan harga selangit.

"Red Bull (Salzburg) telah menunjukkan di masa lalu bahwa mereka adalah klub yang simpel," tambahnya.

"Bila mereka ingin merekrut pemain di masa depan, mereka tidak dapat memberikan label harga tinggi. Bila demikian, tidak ada yang mau bergabung dengan klub itu."(sumber Sport Bild & ESPN)

Pewarta: Hendri Sukma Indrawan
Editor: Endang Sukarelawati
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar