Properti perkantoran Cempaka Putih Jakarta 2020 dinilai tetap cerah

Properti perkantoran Cempaka Putih Jakarta 2020 dinilai tetap cerah

Progres pembangunan Holland Village di kawasan Cempaka Putih Jakarta per September 2017 (Foto HO Holland Village)

Saya perkirakan ekonomi akan tetap kondusif di tahun 2020
Jakarta (ANTARA) - Prospek bisnis properti perkantoran di kawasan Cempaka Putih Jakarta dinilai tetap cerah pada 2020, menyusul perkiraan tren masih tingginya permintaan ruang perkantoran dari perusahaan teknologi, khususnya operator ruang kerja bersama.

"Seiring dengan ekonomi Indonesia yang terus tumbuh membuat sektor usaha juga ikut berkembang tentunya membutuhkan banyak ruang kantor untuk beraktivitas," kata Presiden Direktur PT Lippo Karawaci Tbk Ketut Budi Wijaya di Jakarta, Rabu, usai menghadiri prosesi topping off perkantoran Holland Village di Cempaka Putih Jakarta, Rabu.

Menurut Budi dengan rampungnya pekerjaan atap bangunan berarti ruang kantor di Holland Village siap untuk diserahterimakan kepada tenan tahun 2020.

Baca juga: Konsultan: Tingkat hunian perkantoran bakal menurun kuartal IV-2019

"Saya perkirakan ekonomi akan tetap kondusif di tahun 2020 sehingga properti sub sektor perkantoran akan tetap cerah," ujar dia.

Sebelumnya, pihaknya sudah lebih dulu mengoperasikan mal yang berlokasi dalam satu kompleks dengan perkantoran yang sedang tahap konstruksi.

Budi menjelaskan Holland Village Cempaka Putih nantinya bakal dilengkapi juga dengan dua menara apartemen, rumah sakit dan sekolah.

"Semuanya kami bangun dan saling terintegrasi satu dengan lainnya di atas lahan seluas tujuh hektar," ujar dia.

Baca juga: Prospek perkantoran di DKI cerah pascasidang MK

Sebelumnya Kepala Riset konsultan properti Savills Indonesia, Anton Sitorus memastikan tingkat kekosongan ruang perkantoran di Jakarta akan membaik pada 2020 yang ditopang oleh masih tingginya permintaan ruang perkantoran dari perusahaan teknologi khususnya operator ruang kerja bersama.

Anton mengatakan bahwa pada 2020 tingkat kekosongan (vacancy rate) untuk ruang perkantoran diprediksi bisa berada di bawah kisaran 25 persen.

Menurutnya, penurunan tingkat kekosongan didorong oleh jumlah pasokan yang mulai terbatas dan meningkatnya permintaan ruang perkantoran dari ruang kerja bersama (co-working space).

Baca juga: Konsultan: Pertumbuhan pasokan perkantoran di Jakarta melambat

“Tahun depan trennya vacancy akan mulai menurun meski masih ada proyek-proyek (perkantoran) baru yang akan masuk ke pasar. Namun, titik penurunan terendahnya sudah lewat sehingga tahun depan kami perkirakan tingkat kekosongan tidak akan naik lagi,” ujarnya.

Hingga kuartal keempat tahun ini, Anton memperkirakan tingkat kekosongan ruang perkantoran masih akan sedikit mengalami kenaikan, tetapi kondisinya akan mulai mengalami peningkatan pada 2020.

Pewarta: Ganet Dirgantara
Editor: Edy Sujatmiko
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Cegah pencurian, BMKG Palu pasang alat pendeteksi gempa di perkantoran

Komentar