Bahtiar Effendy akan dimakamkan setelah Zuhur di Depok

Bahtiar Effendy akan dimakamkan setelah Zuhur di Depok

Pemuka agama dan tokoh Islam, Din Syamsuddin saat ditemui awak media di Jakarta, Senin, (18/11/2019). ANTARA/Boyke Ledy Watra/am.

Jakarta (ANTARA) - Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah periode 2005-2010 Prof. Din Syamsuddin menyampaikan bahwa salah satu Ketua PP Muhammadiyah Bahtiar Effendy akan dimakamkan di Depok.

"Akan dimakamkan setelah zhuhur di pemakaman dekat rumahnya di Depok," katanya melalui pesan WhatsApp di Jakarta, Kamis.

Informasi tersebut, katanya, diterima dari putri Bahtiar Effendy, Atia Ajani.

Sebelumnya, ia mengatakan Bahtiar Effendy meninggal dunia pada sekitar pukul 00.00 dini hari pada 21 November 2019.

Baca juga: Ketua PP Muhammadiyah Bahtiar Effendy meninggal dunia

"Inna Lillahi wa inna ilaihi raji'un. Saudara, sahabat, guru kira Prof. Dr. Bahtiar Effendy (Ketua PP Muhammadiyah) telah berpulang ke Rahmatullah sekitar pukul 00.00 (dini hari, 21 November 2019)."

Ia menyebutkan pria kelahiran 10 Desember 1958 asal Ambarawa itu meninggal saat berada di ICU RSIJ Cempaka Putih.

Dalam keterangan itu juga, Din Syamsudin mengajak masyarakat untuk turut mendoakan agar almarhum "husnul khatimah."

Baca juga: Muslim Selandia Baru jangan surut ber-Islam, kata Ketua PP Muhammadiyah Bahtiar Effendy

"Mohon doa semoga Allah SWT melimpahkan 'husnul khatimah' atas almarhum, maghfirah, rahmah dan jannahNya," kata dia.

Profesor Bahtiar Effendy yang lahir di Ambarawa, Jawa Tengah pada tanggal 10 Desember 1958, memegang dua gelar tingkat Master untuk Kajian Asia Tenggara dan Ilmu politik. Dia dikenal aktif di kalangan akademik dan kerap menulis di berbagai media massa.

Bahtiar lulus sebagai Sarjana Ilmu Perbandingan Agama dari IAIN (sekarang UIN) Jakarta sekaligus pemegang PhD Ilmu Politik dari Ohio State University, Amerika Serikat.

Baca juga: Muhammadiyah ajak umat Islam galang solidaritas Palestina

Pewarta: Katriana
Editor: Masnun
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Kemenkes & Pemkot Depok terus pantau penyebaran hepatitis A

Komentar