Kondisi Ria Irawan membaik pada hari keempat perawatan

Kondisi Ria Irawan membaik pada hari keempat perawatan

Aktris Ria Irawan memberi kabar tentang kondisi fisiknya lewat unggahan video di akun Instagram setelah perawatan di Rumah Sakit Umum Pusat Nasional Dr. Cipto Mangunkusumo (RSCM), Jakarta, sejak Senin (18/11/2019). (Instagram/riairawan)

Jakarta (ANTARA) - Aktris Ria Irawan kembali mengabarkan kondisi terbarunya lewat akun Instagram. Pada Kamis pagi, Ria mengunggah fotonya sedang berbaring dan tersenyum lebar sambil menunjukkan dua telunjuk dan jari tengah, membentuk simbol "V".

Ria menulis kondisi fisiknya sudah semakin baik hingga dia bisa berjalan ke toilet.

"Never give up. Hari ke empat, Alhamdullilah.. Semakin baik, tadi sudah bisa jalan ke toilet. Buat pasien di kamar ini, kalau bisa turun dari kasur rasanya sudah sesuatu banget, kualitas menikmati hidup dengan bertahap. Tetap semangat semua."

Baca juga: Ria Irawan dilarikan ke IGD
 

Ria Irawan dilarikan ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) di Rumah Sakit Umum Pusat Nasional Dr. Cipto Mangunkusumo (RSCM), Jakarta, pada Senin (18/11).

Ria mengidap penyakit kanker kelenjar getah bening stadium empat dan sebelumnya sempat dinyatakan sembuh.

Ria pertama kali divonis menderita kanker endometrium pada 2014. Dia sembuh setelah menjalani berbagai pengobatan seperti kemoterapi dan radiasi.

Tiga tahun berselang, sel kanker dalam tubuhnya kembali aktif dan penyakit itu kambuh.

Baca juga: Ria Irawan beri kabar terbaru, tangan dan kaki sulit digerakkan

Sang aktris dirawat lagi di RSCM pada September 2019 akibat sel kanker yang kembali muncul di tubuhnya.

Kanker kelenjar getah bening atau limfoma menyerang sel darah putih yang merupakan sistem kekebalan tubuh.

Serangan terhadap sel darah putih itu dapat menyebar lewat aliran darah atau sistem limfatik dan tumbuh di bagian tubuh, seperti limpa, sumsum tulang belakang, hati dan organ lain.

Kanker getah bening bisa kambuh bila terjadi infeksi berulang.

Baca juga: Aming enggan berspekulasi kondisi Ria Irawan

Pewarta: Nanien Yuniar
Editor: Imam Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar