Tinggal 42 desa di Kepri yang belum teraliri listrik PLN

Tinggal 42 desa di Kepri yang belum teraliri listrik PLN

Seorang petugas PLN memeriksa jaringan listrik di lokasi Kampar International Dragon Boat Festival” (KIDBF) 2019 di Danau Rusa, Kabupaten Kampar, Riau, Kamis (18/7). (Antaranews/HO-Humas PLN Riau-Kepri)

Tanjungpinang (ANTARA) (ANTARA) - Hingga kini masih ada 42 desa di Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) yang belum teraliri listrik.​​​​​

General Manager Unit Induk Wilayah (UIW) Riau dan Kepri, Daru Tri Tjahjono mengemukakan sebanyak 374 desa di Kepri telah dilistriki PLN dari total 416 desa.

"Artinya masih 42 desa lagi belum terjangkau PLN," katanya, Kamis.

Menurut Daru, 42 desa tersebut tersebar di beberapa kabupaten/kota se-Kepri. PLN menargetkan 100 persen listrik desa di daerah itu diupayakan rampung Juni 2020.

“Sebelumnya memang ditargetkan di tahun 2019 ini, namun beberapa kendala di antaranya jarak antar pulau yang sulit di jangkau, sehingga dibutuhkan tambahan pembangkit diesel dan operator di pulau-pulau tersebut," kata Daru.

Baca juga: PLN gandeng Indonesia Power kelolah pembangkit EBT di NTT
Baca juga: Gubernur Lampung optimistis desa berlistrik capai 100 persen pada 2020


Sampai akhir tahun 2019 ini, kata dia, PLN akan memfokuskan pada pembangunan infrastruktur jaringan listrik rampung dan akan meningkatkan jam nyala beberapa desa yang masih belum 24 jam menyala.

Dikatakan Daru, demografi Kepri yang terdiri dari 96 persen laut dan hanya empat persen daratan, menjadi tantangan tersendiri bagi PLN untuk mewujudkan program listrik desa 100 persen di 2020.

PLN telah menyiapkan strategi jitu untuk menjawab tantangan tersebut. Strategi dimaksud ialah dengan menaruh pembangkit diesel di tiap-tiap pulau.

"Meski itu mahal, tapi tanggung jawab PLN," katanya.
 

Pewarta: Ogen
Editor: Sri Muryono
COPYRIGHT © ANTARA 2019

PLN Batam aliri listrik di dua desa terpencil

Komentar