Regenerasi di kementerian/lembaga tanpa sentimen SARA

Regenerasi di kementerian/lembaga tanpa sentimen SARA

Ketua Umum DPP Generasi Muda Mathla'ul Anwar (GEMA Mathla'ul Anwar) Ahmad Nawawi. (ANTARA FOTO/HO/dokpri)

Regenerasi adalah sesuatu yang pasti dan terus berlangsung sesuai dengan periodisasi jabatan
Jakarta (ANTARA) - Pergantian dan regenerasi di internal kementerian/lembaga termasuk, misalnya, di tubuh Kepolisian Republik Indonesia (Polri) diharapkan lepas dari sentimen suku agama ras dan antargolongan (SARA).

Ketua Umum DPP Generasi Muda Mathla'ul Anwar (GEMA Mathla'ul Anwar) Ahmad Nawawi di Jakarta, Kamis, mengatakan saat ini internal kementerian/lembaga sedang banyak melakukan pergantian atau regenerasi menyusul munculnya kebijakan baru dari mulai perubahan nomenklatur hingga penunjukan pejabat tertentu sehingga jabatan yang ditinggalkan kosong.

"Regenerasi adalah sesuatu yang pasti dan terus berlangsung sesuai dengan periodisasi jabatan," tuturnya.

Baca juga: MPR: Kabinet Indonesia Maju cerminkan persatuan-regenerasi

Ia mencontohkan, di tubuh internal Polri juga terjadi pergantian dan serah terima jabatan Kapolri dari Jendral Pol Tito Karnavian yang ditunjuk sebagai Menteri Dalam Negeri (Mendagri) kepada Jendral Pol Idham Azis.

Hal ini menjadikan posisi yang semula ditempati Idham Aziz yakni Kabareskrim Polri kosong sehingga perlu ada sosok baru yang diharapkan segera mengisi kekosongan tersebut.

Sebagaimana di kementerian/lembaga lain, Ahmad Nawawi berharap agar posisi penting di sebuah institusi termasuk, misalnya, Kabareskrim Polri diisi oleh sosok yang memiliki rekam jejak dan integritas yang baik, profesional, dan memiliki prestasi yang mumpuni.

Baca juga: Lemkapi: Idham Aziz sebagai calon Kapolri tunjukkan regenerasi Polri

"Hal utama yang penting dan harus menjadi perhatian kita bersama, jangan sampai saat proses penentuannya ada dikotomi dan sentimen karena latar belakang suku dan agama. Artinya, siapa pun putra terbaik bangsa tanpa melihat latar belakang suku dan agamanya, memiliki hak dan kewajiban yang sama untuk menduduki posisi Kabareskrim Polri, bahkan untuk menjadi Kapolri sekalipun," ujarnya menegaskan.

Pihaknya sangat berharap Pemerintahan Jokowi-Ma’ruf ke depan terbangun dengan mengedepankan semangat keberagaman dan kebangsaan dalam setiap langkah dan kebijakannya.

Baca juga: Guru Besar Unsoed ingatkan pentingnya regenerasi SDM pertanian

Pewarta: Hanni Sofia
Editor: Chandra Hamdani Noor
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Inovasi Atabela demi regenerasi petani tak terhenti

Komentar