IHSG akhir pekan rawan terkoreksi, sentimen negatif global membayangi

IHSG akhir pekan rawan terkoreksi, sentimen negatif global membayangi

Ilustrasi: Pialang mendiskusikan pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG) di Gedung Bursa Efek Jakarta, indeks masih melemah diganjal sentimen global. (ANTARA FOTO/Yudhi Mahatma/wdy) (ANTARA FOTO/Yudhi Mahatma/wdy/)

Faktor internal hanya sekedar menahan tekanan agar indeks acuan BEI ini tidak jatuh lebih dalam
Jakarta (ANTARA) - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada akhir pekan diprediksi masih rawan terkoreksi dibayangi sentimen global yang tidak kondusif.

IHSG Jumat pagi dibuka melemah 1,57poin atau 0,03 persen ke posisi 6.115,79. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau Indeks LQ45 bergerak turun 0,41 poin atau 0,04 persen menjadi 979,91.

Kepala Riset Valbury Sekuritas Alfiansyah di Jakarta, Jumat, mengatakan kebijakan Bank Indonesia memangkas rasio Giro Wajib Minimum (GWM) dapat memberikan sinyalemen positif bagi pasar di tengah sentimen global yang negatif terkait ketidakpastian perang dagang AS dan China.

"Diperkirakan IHSG akan bergerak mixed pada perdagangan hari ini, namun kembali rawan terkoreksi. Faktor internal hanya sekedar menahan tekanan agar indeks acuan BEI ini tidak jatuh lebih dalam," ujar Alfiansyah.

Bank Indonesia  (BI) mempertahankan 7-Day Reverse Repo Rate(BI7DRR) sebesar lima persen dan juga memangkas kembali rasio GWM rupiah sebesar 0,5 persen menjadi 5,5 persen untuk bank umum dan empat persen untuk bank syariah yang akan menambah likuiditas ke industri perbankan secara akumulatif sebesar Rp26 triliun.

Dari eksternal, diperkirakan kesepakatan dagang fase satu antara AS dan China tidak akan terjadi dalam waktu dekat ini. Hal itu dikarenakan kondisi yang kembali menegang antara dua negara itu, lantaran China kembali menekan AS untuk pengembalian tarif yang lebih luas.

Baca juga: OECD turunkan perkiraan pertumbuhan global 2020, ini rekomendasinya

Menteri Keuangan AS Steven Mnuchin pun mengakui sebelum hubungan antara China dan AS kembali menegang, Presiden AS Donald Trump membutuhkan waktu sekitar lima minggu untuk membubuhkan tanda tangannya, dengan adanya masalah tersebut.

Pihaknya memperkirakan kesepakatan tersebut setidaknya akan dapat dicapai pada awal tahun depan.

Bursa saham regional Asia pagi ini antara lain Indeks Nikkei menguat 171,8 poin atau 0,75 persen ke 23.210,4, Indeks Hang Seng menguat 156,5 poin atau 0,59 persen ke 26.623,4, dan Indeks Straits Times menguat 15,33 poin atau 0,48 persen ke posisi 3.207,54.

Baca juga: Bursa Wall Street turun, investor tunggu kemajuan perdagangan AS-China

Baca juga: Bursa Saham Tokyo dibuka sedikit lebih tinggi didukung sektor energi

Baca juga: Bursa Saham Hong Kong bangkit, Indeks Hang Seng naik 0,45 persen




 

Pewarta: Citro Atmoko
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Presiden Tutup IHSG Tertinggi Dalam Sejarah

Komentar