Seluruh camat diminta siaga antisipasi banjir dan longsor

Seluruh camat diminta siaga antisipasi banjir dan longsor

Warga berada di samping sebuah rumah yang akan terbawa arus aliran sungai Jeneberang yang meluap di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, Selasa (22/1/2019). Meluapnya sungai Jeneberang akibat curah hujan yang tinggi membuat sejumlah daerah di Kabupaten Gowa terendam banjir. ANTARA FOTO/Abriawan Abhe/aww.

Makassar (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, meminta kepada seluruh camat agar mulai meningkatkan kesiapsiagaan dan mengantisipasi banjir dan longsor.

"Langkah antisipasi harus dilakukan supaya semuanya bersiap begitu musibah datang seperti banjir dan longsor," ujar Bupati Gowa Adnan Purichta Ichsan YL di Gowa, Jumat.

Ia mengatakan antisipasi dilakukan setelah adanya koordinasi dengan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) bahwa wilayah Sulawesi Selatan pada umumnya diprakirakan mulai diguyur hujan pada November 2019.

Sementara untuk puncak musim hujan diprediksi terjadi pada Januari dan Februari. Pada puncak hujan ini, semua SKPD maupun kecamatan agar siaga dan tanggap akan bencana.

"Kita punya pengalaman tahun sebelumnya tentang banjir. Makanya, apa yang terjadi sebelum-sebelumnya itu harus diantisipasi agar tidak banyak warga yang menjadi korban," katanya.

Baca juga: Bupati Gowa minta Dinas PU dan LH antisipasi bencana alam
Baca juga: Korban jiwa akibat banjir-longsor di Gowa bertambah menjadi 53


Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Gowa Ikhsan Parawansa mengatakan, imbauan mengenai tanggap bencana tersebut sudah dikuatkan dengan keluarnya instruksi Bupati Gowa.

Berdasarkan laporan BMKG curah hujan yang akan terjadi di wilayah Kabupaten Gowa agak ekstrem sehingga memungkinkan untuk terjadinya banjir dan longsor.

"Makanya Bapak Bupati Gowa menginstruksikan ke tingkat kecamatan agar mulai mengambil langkah antisipasi mulai saat ini," katanya.

Dalam imbauan tersebut seluruh camat diminta untuk mengimbau seluruh masyarakatnya agar senantiasa mewaspadai kondisi musim hujan yang sedang berlangsung.

Termasuk bagi camat yang berada di wilayah dataran rendah dan terdapat aliran sungai agar diberikan peringatan dan kesiapsiagaan.

Begitu pula yang berada di wilayah pasca longsor agar mulai siaga dan mewaspadai terjadinya longsor seperti tahun sebelumnya.

"Untuk potensi bencana seperti tahun sebelumnya kami tidak bisa memprediksi. Itu menjadi ketentuan yang maha kuasa, hanya saja kita tetap mengantisipasi hal tersebut jika terjadi," ujarnya.

Langkah antisipasi lainnya yang dilakukan pemerintah daerah melalui BPBD, yaitu bekerjasama dengan Komando Resort Militer 141 Toddopuli dan Kodam XIV Hasanuddin untuk melakukan latihan penanggulangan bencana alam.
Baca juga: Kemensos imbau hidupkan kearifan lokal antisipasi bencana
Baca juga: Ratusan anak korban banjir Gowa mendapat bantuan pemulihan trauma

Pewarta: Muh. Hasanuddin
Editor: Sri Muryono
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Ribuan hektar sawah terancam rusak

Komentar