Mensos: Kader KSB jadi ujung tombak di daerah rawan bencana

Mensos: Kader KSB jadi ujung tombak di daerah rawan bencana

Menteri Sosial Juliari Peter Batubara menerima pataka pada pencanangan Kawasan Siaga Bencana di lapangan alun-alun Kalipucang Pangandaran Jawa Barat, Jumat (22/11/2019). ANTARA/HO-Humas Kemensos

mereka harus terdepan membantu
Pangandaran (ANTARA) - Kader Kawasan Siaga Bencana menjadi ujung tombak di daerah rawan bencana, kata Menteri Sosial Juliari Peter Batubara.

"Jika terjadi bencana, mereka harus terdepan membantu," kata Mensos pada simulasi dan pencanangan Kawasan Siaga Bencana di lapangan alun-alun Kalipucang Pangandaran Jawa Barat, Jumat.

Mensos mencanangkan Kabupaten Pangandaran Jawa Barat, Cilacap dan Kebumen di Jawa Tengah sebagai Kawasan Siaga Bencana karena wilayah tersebut termasuk paling rawan tsunami.

Begitu juga dengan bencana-bencana lainnya seperti tanah longsor dan banjir terutama di musim penghujan.


Baca juga: Rawan bencana, Mensos minta rutin simulasi
Baca juga: Menteri Sosial canangkan Kawasan Siaga Bencana di daerah rawan tsunami

​​​​​​
Kader Kawasan Siaga Bencana melibatkan masyarakat dan perangkat pemerintah serta lembaga terkait lainnya termasuk pelajar.

Mereka dibekali pengetahuan dan pemahaman terkait potensi bencana dan upaya penanganannya sehingga ketika bencana terjadi bisa langsung ditangani.

"Kalau kita tidak melibatkan anak-anak muda, atau masyarakat, seringkali bencana itu tidak bisa kita minimalisir skalanya, dalam hal ini jumlah korban," tambah Juliari.

Maka dengan melibatkan masyarakat melalui Kawasan Siaga Bencana, pekerjaan pemerintah akan lebih diringankan.

Baca juga: Kemensos utamakan penanganan bencana berbasis masyarakat
Baca juga: Kawasan Siaga Bencana dibentuk di tiga daerah pesisir selatan Jawa


Direktur Jenderal Perlindungan dan Jaminan Sosial Kementerian Sosial Harry Hikmat mengatakan, selain melibatkan masyarakat dalam Kawasan Siaga Bencana, para pelajar juga ikut dalam program Tagana Masuk. Sekolah.

Kegiatan Tagana Masuk Sekolah dilaksanakan pada 15-21 November 2019 di 40 sekolah wilayah Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat serta Kabupaten Cilacap dan Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah.

Sebanyak 4.600 orang terlibat dalam kegiatan tersebut terdiri dari 680 guru dan 3.920 siswa, dengan rincian 30 siswa PAUD dari 1 sekolah, 2.717 siswa SD dari 28 sekolah, 525 siswa SMP dari 5 sekolah, dan 648 siswa SMA dari 6 sekolah.

Baca juga: Khofifah canangkan Kawasan Siaga Bencana Bromo
Baca juga: DKI rancang program kawasan siaga bencana kebakaran

Pewarta: Desi Purnamawati
Editor: Budhi Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Tiga diobservasi,NTB siaga darurat COVID-19

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar