Pemerintah perkuat fasilitas perpajakan dorong penguatan ekonomi

Pemerintah perkuat fasilitas perpajakan dorong penguatan ekonomi

Presiden Joko Widodo saat rapat terbatas bertopik "Ketentuan dan Fasilitas Perpajakan untuk Penguatan Perekonomian" di Kantor Presiden, Jakarta pada Jumat (22/11/2019). (Bayu Prasetyo)

Untuk mendukung peningkatan daya saing, ciptakan lapangan kerja, saya meminta implementasi pemberian insentif perpajakan melalui beberapa instrumen
Jakarta (ANTARA) - Presiden Joko Widodo meminta menterinya untuk mengimplementasikan insentif perpajakan sebagai upaya mendorong penguatan ekonomi di Tanah Air.

"Untuk mendukung peningkatan daya saing, ciptakan lapangan kerja, saya meminta implementasi pemberian insentif perpajakan melalui beberapa instrumen seperti 'tax holiday', 'tax allowance', 'investment allowance', 'super deduction', tax untuk pengembangan kegiatan vokasi dan litbang bagi industri padat karya itu adalah sangat penting," kata Presiden dalam sambutan pembukaan rapat terbatas bertopik "Ketentuan dan Fasilitas Perpajakan untuk Penguatan Perekonomian" di Kantor Presiden, Jakarta pada Jumat.

Menurut Presiden, fasilitas pembebasan bea masuk dan subsidi pajak juga dibutuhkan oleh industri padat karya.

Jokowi berharap insentif perpajakan memberikan dampak yang besar bagi peningkatan daya saing Indonesia dalam menarik investasi.

Hal itu juga dapat mendorong peningkatan kebutuhan tenaga kerja di Tanah Air.

"Saya juga minta mulai ditempuh kebijakan penyetaraan 'level playing field' bagi pelaku usaha konvensional maupun e-Commerce untuk mengoptimalkan penerimaan perpajakan di era digital saat ini," kata Presiden.

Sejumlah pejabat yang hadir daam rapat itu antara lain Menko bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud MD, Menko bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menko bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy, Menteri Pertahanan Prabowo Subianto, Menteri Keuangan Sri Mulyani, Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto, Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G Plate, Menteri BUMN Erick Thohir, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang, Menteri Perdagangan Agus Suparmanto, dan Menteri Perencanaan dan Pembangunan Nasional (PPN) Suharso Monoarfa.

Selain itu Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim, Menteri Riset dan Teknologi Bambang Brodjonegoro, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Arifin Tasrif, Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki, Menteri Agama Fachrul Razi, Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko, dan Kapolri Jenderal Idham Azis juga hadir dalam pertemuan yang dimulai sekitar pukul 14:45 WIB itu. ***1***

Pewarta: Bayu Prasetyo
Editor: Ahmad Wijaya
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar