Akademisi: Stafsus Jokowi pertegas peran penting generasi muda

Akademisi: Stafsus Jokowi pertegas peran penting generasi muda

Akademikus dari Univesitas Nusa Cendana (Undana) Kupang, Prof Dr Alo Liliweri (Foto/Dok. Antara Biro NTT)

Kupang (ANTARA) - Akademisi dari Univesitas Nusa Cendana (Undana) Kupang, Prof Dr Alo Liliweri mengatakan pemilihan staf khusus (Stafsus) Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) dari kalangan muda mencerminkan pentingnya peran generasi muda dalam membangun dan memajukan bangsa ini.

“Generasi muda dipandang memiliki peran sangat penting dan strategis dalam membangun bangsa, ini dipertegas dari terpilihnya sejumlah nama staf khusus Presiden Jokowi dari kalangan milenial,” katanya ketika dihubungi Antara dari Kupang, Jumat.

Baca juga: Staf khusus milenial, Hasto: proses kaderisasi kepemimpinan nasional

Baca juga: Jumlah stafsus Presiden Jokowi capai 14 orang

Baca juga: Politisi PDIP nilai angkat stafsus milenial bukti presiden visioner


Dia mengemukakan hal itu terkait terpilihnya sejumlah staf khusus Presiden Joko Widodo dari kalangan muda atau milenial.

Sebanyak tujuh nama staf khusus baru Jokowi dari kalangan muda di antaranya, Angki Yudistia selaku Pendiri Thisabel Enterprise, Aminuddin Ma'ruf, Mantan Ketua Umum Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) periode 2014-2017, Adamas Belva Syah Devara, Pendiri Ruang Guru.

Selain itu, Ayu Kartika Dewi, Perumus Pergerakan Sabang Merauke, Putri Indahsari Tanjung, CEO dan Founder Creativepreneur, Andi Taufan Garuda Putra, CEO Amarta, Gracia Billy Mambrasar, Pemuda asal Papua yang mendapatkan beasiswa di Universitas Oxford.

Menurut Prof Alo, pemilihan staf khusus dari kalangan muda ini merupakan hal yang tidak biasa terjadi dalam pergantian kepempimpinan di lingkaran istana negara.

Dia mengatakan, tujuh orang staf khusus dari kalangan mileneal ini juga memiliki latar belakang penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi yang spesifik.

“Tampak ada strategi Pemerintah untuk menampilkan kepemimpinan generasi muda sebagai representasi kaum kreatif dan inovatif dalam menghadapi era revolusi 4.0 yang dihadapi saat ini,” katanya.

Dia menambahan, “Strategi ini juga tampak dari sebelumnya ketika terpilihnya menteri dan wakil menteri kabinet kerja dari kalangan muda."

Dosen di Pasca Sarjana Undana Kupang itu mengatakan, pemilihan staf khusus tersebut juga sebagai bagian dari langkah Pemerintah memotivasi para generasi muda di Tanah Air untuk terus berkarya membangun bangsa.

Dia mengatakan, ada hal menarik di antara para staf khusus yang terpilih yaitu terdapat nama Angki Yudistia yang merupakan perwakilan kaum difabel dengan kecerdasan dan kemampuan berkomunikasinya yang luar biasa.

“Ini menunjukkan ada motivasi besar yang sedang dibangun bagi anak-anak muda bangsa untuk terus berkarya dengan optimisme tinggi dan menaklukkan segala keterbatasan yang ada,” katanya.

Pewarta: Aloysius Lewokeda
Editor: Kunto Wibisono
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Gibran dilaporkan ke KPK, Stafsus Mensesneg: Pembuktian adalah utama

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar