Ada 200 pengusaha Shandong bidik investasi di Jateng

Ada 200 pengusaha Shandong bidik investasi di Jateng

Direktur Perencanaan Jasa dan Kawasan Nurul Ichwan mewakili Kepala BKPM (tengah) mendengarkan penjelasan dari Presiden Asosiasi Pengusaha Wood and Wood Product Shandong (kiri) di Kedutaan Besar Indonesia di Beijing, China. ANTARA/HO BKPM/am.

Tim kami telah turut mengantarkan mereka ke lokasi yang memiliki potensi yang diminati mereka
Jakarta (ANTARA) - Sebanyak 200 pengusaha asal Shandong, China membidik investasi ke Batang, Jawa Tengah, dalam pembicaraan one-on-one meeting antara Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) dengan Asosiasi Pengusaha Wood and Wood Product Shandong.

Melalui keterangan tertulis di Jakarta, Jumat, pertemuan tersebut digelar di Kedutaan Besar Indonesia di Beijing, China, Rabu.

"Tim BKPM dibawah pimpinan Direktur Perencanaan Jasa dan Kawasan Nurul Ichwan mewakili Kepala BKPM, menerima delegasi dari Shandong. Mereka menyatakan sedang membidik Batang, Jawa Tengah sebagai destinasi investasi di bidang perkayuan dan furniture," kata Anggota Komite Investasi Bidang Komunikasi dan Informasi Rizal Calvary Marimbo.

Nurul didampingi Anggota Komite Investasi Eka Sastra dan Rizal Calvary Marimbo. Sementara pihak pengusaha Shandong dipimpin oleh Presiden Asosiasi Pengusaha Wood and Wood Product Shandong Yang Yulu dan Sekretaris Eksekutif Xu Baochuan.

Dalam kesempatan itu, Nurul menjelaskan kebijakan baru Kepala BKPM Bahlil Lahadalia untuk membantu investor yang akan masuk ke Indonesia secara paripurna.

"Kepala BKPM memohon maaf atas ketidakhadirannya, karena harus mengikuti rapat dengan Presiden Joko Widodo. Namun, Kepala BKPM menyampaikan bahwa saat ini BKPM fokus pada membantu percepatan realisasi investasi," katanya.

Nurul menjelaskan sejak investor menyampaikan minatnya, BKPM akan turun tangan untuk membantu sampai penyelesaian kendala-kendala di lapangan.

"Hal tersebut sudah kami jalankan misalnya pada kunjungan para pengusaha asal Shandong bulan lalu Ke Indonesia. Tim kami telah turut mengantarkan mereka ke lokasi yang memiliki potensi yang diminati mereka," ujarnya.

Selain Indonesia, Nurul menjelaskan para pengusaha itu juga sudah mengunjungi Vietnam, Kamboja dan negara Indochina lainnya di mana negara-negara iu menawarkan lahan gratis.

Namun, mereka kemungkinan besar lebih Indonesia karena pasokan kayu yang lebih baik. Meski demikian, mereka sedang mempertimbangkan masalah lahan.

Selain Jawa Tengah, para pengusaha Shandong juga sedang mempertimbangkan Kalimantan Timur. Provinsi itu dipilih karena harga lahan yang jauh lebih murah dibandingkan Jawa Tengah serta pasokan kayu hutan yang melimpah.

Namun, Jawa Tengah dinilai lebih unggul dari ketersediaan sumber daya manusia dan infrastruktur penunjang lainnya.

Jika sukses di Jawa Tengah, para pengusaha Shandong juga mengincar membangun kawasan industri furnitur di empat pulau lainnya seperti Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, dan Papua.

Pengusaha furnitur Shandong itu juga telah menemui Bupati Batang Wihaji untuk menunjukkan keseriusannya. Para pengusaha Shandong melihat potensi kayu dari hutan kawasan industri yang melimpah sehingga dianggap cocok untuk menghasilkan produk berorientasi ekspor.

Baca juga: Bahlil ke China, Korsel hingga Jerman, rayu investor masuk Indonesia
Baca juga: KBRI gandeng INTI jaring investasi China


Pewarta: Ade irma Junida
Editor: Ahmad Wijaya
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Presiden beri waktu satu bulan selesaikan kebijakan permudah investasi

Komentar