Seluruh SPBU di Gorontalo akan dijaga ketat

Seluruh SPBU di Gorontalo akan dijaga ketat

Antrian sepeda motor dengan tangki besar di salah satu SPBU Gorontalo (Debby Mano)

Gorontalo (ANTARA) - Seluruh SPBU di Gorontalo akan dijaga ketat oleh aparat keamanan, untuk menertibkan warga yang mengantri BBM .

Sasarannya untuk kendaraan bodong, tidak membawa surat-suratan, kendaraan modifikasi tangki serta pemilik kendaraan yang bolak-balik mengisi dalam jumlah banyak.

“Kita akan melakukan peninjauan dan penertiban di 28 SPBU yang ada di Provinsi Gorontalo, mulai dari Kota Gorontalo sampai Pohuwato. Kita akan tempatkan polisi, TNI, Satpol PP dan dari ESDM,” ungkap Wagub Gorontalo Idris Rahim pada rapat gabungan unsur pemerintah provinsi dengan Polda Gorontalo, Korem 133/NW, Pertamina dan Hiswana Migas, pada Jumat.

Menurut Wagub, pasokan BBM hingga awal tahun 2020 tersedia, namun kuota BBM jenis premium masih kurang disalahgunakan oleh oknum tertentu untuk dijual kembali secara eceran.

“Orang semua berebut yang subsidi. Ada juga kendaraan yang sudah dimodifikasi. Kendaraan ini yang sering bolak-balik mengisi premium,” tukasnya.

Pihak Pertamina diminta intens menggelar sosialisasi di berbagai media, tentang larangan penjualan BBM di depot-depot tanpa izin.

Sosialisasi juga diperlukan untuk mengedukasi warga, keunggulan menggunakan BBM jenis pertalite, pertamax dan pertamax turbo jika dibandingkan dengan premium yang kualitasnya paling rendah.

Idris meminta para pelaku tidak lagi melakukan cara tersebut, karena merugikan pengendara lain.

Kesulitan memperoleh premium di SPBU sudah lama dirasakan warga, karena jatahnya habis dibeli pengendara dengan tangki besar.

"Kami kesal juga karena mau ngisi premium sering kosong, tapi antrian motor tangki besar sudah ada bahkan tanpa dijaga pemiliknya," ujar salah seorang warga, Rosyid.

Baca juga: TNI prioritaskan penjagaan SPBU beroperasi

Baca juga: SPBU tidak layani pengecer bawa jerigen

Baca juga: Polisi gelar operasi antisipasi penimbunan BBM


Pewarta: Debby H. Mano
Editor: Ruslan Burhani
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar