BKPM siap bantu e-commerce China kembangkan bisnis di Indonesia

BKPM siap bantu e-commerce China kembangkan bisnis di Indonesia

Direktur Perencanaan Jasa dan Kawasan Nurul Ichwan mewakili Kepala BKPM (tengah) mendengarkan penjelasan dari Presiden Asosiasi Pengusaha Wood and Wood Product Shandong (kiri) di Kedutaan Besar Indonesia di Beijing, China. ANTARA/HO BKPM/am.

Kami siap carikan jodohnya di Indonesia
Jakarta (ANTARA) - Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) siap menjodohkan salah satu e-commerce asal China, Jumore, yang sedang mencari mitra untuk mengembangkan bisnisnya di Indonesia.

Direktur Perencanaan Jasa dan Kawasan BKPM Nurul Ichwan menerima Pendiri dan Chairman Jumore E-Commerce Eric Lu di Kedutaan Besar Indonesia di Beijing, China, Rabu (20/11).

"Kami siap carikan jodohnya di Indonesia. Tetapi tadi kita minta kriteria-kriterianya apa saja," kata Nurul dalam keterangan tertulis di Jakarta, Jumat.

Dalam pertemuan itu, Nurul didampingi Anggota Komite Investasi BKPM Rizal Calvary Marimbo.

Baca juga: Ada 200 pengusaha Shandong bidik investasi di Jateng

Pada hari yang sama, BKPM juga menerima Asosiasi Pengusaha Wood and Wood Product Shandong dan Chairwoman Brilliant Dream International Culture Development Co, Sophia Liu. Pertemuan itu difasilitasi oleh Duta Besar RI untuk China Djauhari Oratmangun.

Jumore yang dijuluki "The Next Alibaba" di China merupakan platform digital rantai pasok khusus untuk perusahaan industri dan perdagangan global. Saat ini, Jumore telah hadir di 157 negara dengan 1,5 juta pengguna online di seluruh dunia.

Jumore menghubungkan rantai pasok industri dari hulu sampai hilir serta mempertemukan dengan pelaku-pelaku industri dan perdagangan dari seluruh dunia.

"Saat ini ada 70 juta perusahaan yang sudah bergabung di Jumore, tentu kita harapkan sesuai dengan upaya pemerintah melakukan reindustrilisasi, sehingga produk-produk asal Indonesia bisa terhubung dengan pembeli dari luar," terang Nurul.

Jumore mengaku ingin membangun kantor cabangnya di Indonesia sehingga ia mencari mitra dengan beberapa kriteria, antara lain mampu membangun kerja sama dengan BUMN, membangun jaringan dengan asosiasi industri di berbagai bidang, dan mampu meraih dukungan kuat dari pemerintah.

Sayangnya, e-commerce itu belum bisa mengungkapkan nilai investasi yang akan dikucurkan untuk pengembangan bisnis di Indonesia.

Baca juga: Bahlil yakinkan investor AS soal investasi di Indonesia

Pewarta: Ade irma Junida
Editor: Ahmad Wijaya
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Presiden beri waktu satu bulan selesaikan kebijakan permudah investasi

Komentar