IBL

Satya Wacana kembali ciptakan drama klasik saat jungkalkan Pacific

Satya Wacana kembali ciptakan drama klasik saat jungkalkan Pacific

Kapten Satya Wacana Salatiga Cassiopea Manuputy (kiri) mengatur serangan timnya menghadapi Pacific Caesar Surabaya dalam laga lanjutan Piala Presiden Bola Basket di GOR Sritex Arena, Solo, Jumat (22/11/2019). (ANTARA/Gilang Galiartha)

Solo (ANTARA) - Satya Wacana Salatiga kembali menciptakan sebuah drama klasik saat menjungkalkan Pacific Caesar Surabaya 68-67 dalam laga pemungkas Grup A Piala Presiden Bola Basket di GOR Sritex Arena, Solo, Jumat.

Sempat tertinggal 15-36 hingga separuh awal pertandingan, tim besutan Efri Meldi bangkit untuk merebut kemenangan lewat optimalisasi pola pertahanan full-court press dan mewanginya akurasi tembakan tripoin mereka.

Baca juga: Lima pemain tumbang, Hangtuah dibekuk Satya Wacana lewat overtime

Hasil itu praktis memastikan Satya Wacana lolos ke babak semifinal sebagai juara Grup A dengan raihan empat poin penuh dan selisih skor minimalis, yakni surplus empat poin.

Sedangkan Pacific, menempati posisi juru kunci klasemen Grup A dengan koleksi dua poin dan selisih skor defisit 22 poin. Pun demikian dengan dikeluarkannya jadwal baru laga perebutan tempat kelima hingga kedelapan, bukan tak mungkin Pacific masih akan bertandingan pada Sabtu (23/11) besok.

Andre Adriano kembali memimpin raihan angka Satya Wacana dengan koleski 22 poin, diikuti Bryan Adha Elang Praditya 16 poin serta Antoni Erga 12 poin. Sementara Andre dan Erga mengeksploitasi sektor tembakan perimeter, Bryan memanfaatkan ukurannya untuk membongkar area bawah keranjang.

Bagi Pacific, Indra Muhammad tetap menjadi penopang utama dengan torehan dwiganda 27 poin dan 10 rebound, sayang bantuan 12 poin dari Yerikho Tuasela dan 10 poin milik Dicky Satria Wibisono tak cukup menghindarkan mereka dari kekalahan.


Dua paruh kontradiktif

Berdasar hasil laga pertama masing-masing Satya Wacana sebetulnya lebih diunggulkan atas Pacific, namun yang terjadi di lapangan tidak demikian. Pertandingan berlangsung dalam dua paruh yang cukup kontradiktif.

Dua kuarter pertama Pacific unggul telak 36-15 disokong 19 poin Indra dan lembeknya pertahanan Satya Wacana.

Trio penembak jitu Satya Wacana yakni Andre, Erga dan Ardian Ariadi melewati dua kuarter pertama dengan catatan nirpoin. Lima percobaan Andre, tiga dari Ardi dan empat milik Erga semuanya tak pernah berakhir masuk ke dalam keranjang.

Namun keadaan itu berubah pada dua kuarter berikutnya, berbalik 180 derajat.

Baca juga: Sevly persembahkan kemenangan Hangtuah semalam untuk rekan yang cedera

Tertinggal 21 poin membuat Meldi menerapkan pola pertahanan full-court press kala memasuki kuarter ketiga. Strategi itu sempat membuat Pacific keteteran untuk bisa keluar dari daerahnya sendiri, hingga Satya Wacana berhasil memangkas jarak ketertinggalan menjadi 35-41 kala Andre melesakkan tembakan dua angka pada sisa waktu empat menit 33 detik kuarter ketiga.

Kondisi itu direson Wukir dengan meminta waktu jeda agar para pemainnya berkesempatan menemukan kembali konsentrasi mereka sekaligus penangkal strategi full-court press Satya Wacana.

Pacific menemukan kembali ritme permainan mereka dan dua tembakan tripoin Indra cukup membantu menjauhkan lagi jarak keunggulan menjadi 51-39 kala kuarter ketiga berakhir.

Strategi full-court press kembali diterapkan dengan optimal oleh Satya Wacana kala memasuki kuarter keempat. Hasilnya lewat tembakan tripoin Andre, jarak ketertinggalan hanya tersisa lima poin dalam kedudukan 48-53 pada sisa waktu tujuh menit 55 detik.

Pada sisa waktu enam menit 43 detik, Pacific harus kehilangan Gabriel Senduk yang terkena foul out, kian mengendurkan pola pertahanan mereka. Perlahan dibarengi penuh kepastian, Satya Wacan terus memangkas jarak ketertinggalan hingga Bryan mencetak dua poin dari paint area dan menyamakan kedudukan 64-64 pada sisa waktu semenit 15 detik.

Tekanan yang dilancarkan Satya Wacana berhasil mengerucut pada satu momen tembakan tripoin dari sang kapten Cassiopea "Cio" Manuputy pada sisa waktu 37 detik yang membawa mereka berbalik unggul 67-64, sebelum ditambahkan menjadi 68-64 lewat satu lemparan bebas Bryan pada sisa waktu 15 detik.

Pacific berusaha mengejar dan tembakan tripoin Dicky Wibisono melesak mengubah kedudukan menjadi 67-68, namun Indra melakukan pelanggaran terhadap Cio yang berbuah dua kesempatan lemparan bebas pada sisa waktu lima detik.

Pun Cio gagal memperoleh poin dari dua lemparan bebasnya, ia berhasil mencuri bola dari Indra demi mengamankan keunggulan hingga bel tanda laga usai berbunyi.

Baca juga: Prawira beri reaksi memuaskan, Louvre terkendala kebugaran bertanding

Baca juga: Tundukkan Pacific, semangat juang pemain Hangtuah tuai pujian

Baca juga: Hasil dan klasemen Piala Presiden, Hangtuah terdepan menuju semifinal

Pewarta: Gilang Galiartha
Editor: Teguh Handoko
COPYRIGHT © ANTARA 2019

ASEAN Outlook on Indo-Pacific kuatkan ASEAN

Komentar