Menhan Prabowo "sisir" belanja alutsista berorentasi proyek

Menhan Prabowo "sisir" belanja alutsista berorentasi proyek

Staf Khusus Menteri Pertahanan Bidang Komunikasi Publik, Sosial Ekonomi, dan Hubungan Antarlembaga Dahnil Anzar Simanjuntak saat memberikan keterangan pers di Kantor Kemhan, Jakarta, Selasa (12/11/2019). ANTARA/Syaiful Hakim/aa.

Jakarta (ANTARA) - Menteri Pertahanan Letjen TNI Purn Prabowo Subianto telah menyisir belanja alat utama sistem persenjataan (alutsista) yang berorientasi pada proyek.

"Selama satu bulan beliau duduk sebagai Menhan, perintah Pak Joko Widodo itulah yang beliau kerjakan, Pak Prabowo fokus pada memastikan alutsista yang dibeli adalah alutsista yang memiliki kebermanfaatan tinggi," kata Staf Khusus Menteri Pertahanan Bidang Komunikasi Publik dan Hubungan Antar Lembaga, Dahnil Anzar Simanjuntak kepada wartawan di Jakarta, Jumat.

Menurut dia, Prabowo Subianto tidak akan main-main soal urusan belanja alutsista.

Hal itu, kata dia, dilakukan untuk memastikan pertahanan Indonesia kuat sebagai negara dan bangsa.

Prabowo, kata Dahnil, bahkan telah menyisir satu per satu, mana belanja alutsista yang berorientasi pada proyek semata dan mana yang memang betul-betul teknologi yang dibutuhkan oleh negara.

Dahnil menjelaskan selama ini Prabowo juga sangat fokus dan teliti sebelum menentukan pembelian alutsista. Dia memastikan pembelian alutsista akan memiliki manfaat tinggi untuk pertahanan negara.

"Seperti apa yang telah disampaikan Pak Presiden, Menhan tidak akan main-main dengan belanja alutsista karena terkait dengan kedaulatan Indonesia," katanya.

Baca juga: Prabowo janji cari kebocoran di pengadaan alutsista

Baca juga: Jokowi: Stop belanja alutsista berorientasi proyek

Baca juga: Pemerintah bahas kebijakan pengadaan alutsista


Sebelumnya, Presiden Joko Widodo mengarahkan menterinya terkait pengadaan alat utama sistem senjata (alutsista) untuk mengakhiri belanja anggaran pertahanan yang hanya berorientasi untuk proyek semata.

"Jangan lagi orientasinya adalah penyerapan anggaran, mampu membelanjakan anggaran sebanyak-banyaknya, apalagi orientasinya sekadar proyek. Sudah, stop yang seperti itu," kata Presiden dalam sambutannya saat memimpin rapat terbatas bertopik "Kebijakan Pengadaan Alat Utama Sistem Senjata (Alutsista)" di Kantor Presiden, Jakarta pada Jumat.

Menurut Presiden, orientasi belanja pengadaan alutsista harus kepada kemitraan strategis dalam meningkatkan kemandirian produksi dan daya saing bangsa.

"Sehingga kita memliki kemampuan untuk memproduksi alutsista yang tadi dikerjasamakan," ujar Presiden.

Presiden menambahkan Indonesia sebagai negara yang terletak di lokasi yang strategis harus menjadi kekuatan yang baik dan disegani di kawasan Asia Timur.

Oleh karena itu, tegas Jokowi, bangsa Indonesia harus menguatkan pertahanan dengan alutsista yang modern. Selain itu, Indonesia juga harus mandiri dalam memproduksi alutsista tersebut.

Pewarta: Syaiful Hakim
Editor: Ruslan Burhani
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Menhan akan gandeng Kemendikbud bentuk komponen cadangan

Komentar