Dolar AS menguat didukung data ekonomi positif

Dolar AS menguat didukung data ekonomi positif

Illustrasi: Dolar Amerika Serikat (REUTERS/Thomas White/Illustration) (Antaranews.com) (Antaranews.com/)

Semua peserta menilai bahwa suku bunga negatif saat ini tampaknya tidak menjadi alat kebijakan moneter yang menarik di Amerika Serikat
New York (ANTARA) - Kurs dolar AS terhadap sekeranjang mata uang utama lainnya menguat pada akhir perdagangan Jumat (Sabtu pagi WIB), menutup minggu ini dengan lebih tinggi, karena investor mencerna sejumlah data ekonomi positif.

Indeks dolar AS, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama saingannya, naik 0,29 persen menjadi 98,2793 pada akhir perdagangan.

Pada akhir perdagangan New York, euro jatuh menjadi 1,1019 dolar AS dari 1,1059 dolar AS di sesi sebelumnya, dan pound Inggris turun menjadi 1,2829 dolar AS dari 1,2898 dolar AS di sesi sebelumnya. Sementara itu, dolar Australia tidak berubah pada 0,6784 dolar AS.

Dolar AS dibeli 108,62 yen Jepang, lebih rendah dari 108,63 yen Jepang pada sesi sebelumnya. Dolar AS naik menjadi 0,9977 franc Swiss dari 0,9931 franc Swiss, dan naik menjadi 1,3293 dolar Kanada dari 1,3277 dolar Kanada.

Baca juga: Rupiah akhir pekan ditutup stagnan

Di data ekonomi, Indeks Sentimen Konsumen mencapai 96,8 pada November, naik dari 95,5 pada Oktober, University of Michigan melaporkan pada Jumat (22/11/2019).

Indeks Aktivitas Bisnis Jasa-jasa AS berdiri di 51,6 pada November, berada di atas posisi Oktober 50,6, menurut laporan lembaga riset IHS Markit pada Jumat (22/11/2019). Sementara itu, Indeks Pembelian Manajer (PMI) Manufaktur AS naik menjadi 52,2 bulan ini dari 51,3 pada Oktober.

Baca juga: Dolar AS menguat di tengah pengamatan perdagangan dan risalah The Fed Greenback juga masih kokoh karena investor masih terus mencerna risalah pertemuan kebijakan The Fed terbaru yang dirilis pada Rabu (20/11/2019), yang menunjukkan bahwa bank sentral AS tidak perlu memangkas suku bunga sekali lagi kecuali ada "penilaian ulang material dari prospek ekonomi."

"Semua peserta menilai bahwa suku bunga negatif saat ini tampaknya tidak menjadi alat kebijakan moneter yang menarik di Amerika Serikat," bank sentral AS mengatakan dalam risalah pertemuannya.

Baca juga: Dolar AS menguat tipis, hentikan penurunan 3 hari beruntun

Pewarta: Apep Suhendar
Editor: Agus Salim
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Menguatnya kurs dolar tak pengaruhi daya beli masyarakat

Komentar