Sawit Riau alami tren kenaikan harga karena stok dan faktor eksternal

Sawit Riau alami tren kenaikan harga karena stok dan faktor eksternal

Pekerja mengangkut tandan buah segar kelapa sawit hasil panen di PT Ramajaya Pramukti di Kabupaten Siak, Riau, Rabu (2/10/2019). ANTARA FOTO/FB Anggoro/wsj. (ANTARA FOTO/FB Anggoro)

Pekanbaru (ANTARA) - Tren positif kenaikan harga tandan buah segar kelapa sawit di Provinsi Riau selama dua pekan terakhir di November 2019 terjadi karena sejumlah faktor eksternal, yang berkaitan dengan kondisi di Malaysia.

Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Provinsi Riau, Ferry HC Erna Putra di Pekanbaru, Sabtu, menyatakan harga tandan buah segar sawit di Riau naik Rp78,01 per kilogram untuk umur tanaman 10 sampai 20 tahun. Menurut dia, ada sejumlah penyebab kenaikan harga sawit di daerah yang juga terjadi secara nasional.

"Pertama, kenaikan harga dipicu oleh turunnya produksi dan juga stok, serta melonjaknya ekspor minyak sawit Malaysia," kata Ferry.

Ia menjelaskan, Dewan Sawit Malaysia (MPOB) merilis data stok minyak sawit (crude palm oil/CPO) Malaysia periode Oktober turun 4,1 persen dibanding bulan sebelumnya menjadi 2,35 juta ton. Stok ini merupakan yang terendah kedua tahun ini setelah stok bulan Agustus yang mencapai 2,25 juta ton.

Penyebab kedua adalah peningkatan ekspor terjadi karena tingginya permintaan minyak sawit dari China akibat penurunan pasokan minyak kedelai.

Selain itu, penyebab ketiga disebabkan produksi minyak sawit turun menjadi 1,79 juta ton dari bulan sebelumnya sebesar 1,88 juta ton. Penurunan hasil panen disebabkan oleh adanya kekeringan dan kabut asap kebakaran hutan dan lahan yang juga menurunkan produktivitas.

"Kesimpulan, penurunan produksi dan stok dibarengi dengan permintaan yang naik membuat harga CPO terangkat," katanya.

Ferry menjabarkan harga sawit yang berlaku pada periode 20 hingga 26 November sebagai berikut.

Untuk hasil panen pada umur pohon tiga tahun Rp1.296,04 per kilogram (kg), umur empat tahun Rp1.404,78/Kg, umur lima tahun Rp1.536,29/Kg, umur enam tahun Rp1.573,31/Kg. Kemudian untuk umur tujuh tahun Rp1.634,66/Kg, umur delapan tahun Rp1.679,89/Kg, umur sembilan tahun Rp1.719,68/Kg, dan umur 10 tahun hingga 20 tahun Rp1.760,21/Kg.

Sedangkan untuk hasil panen pada umur pohon 21 tahun Rp1.684,89/Kg, umur 22 tahun Rp1.676,36/Kg, umur 23 tahun Rp1.669,26/Kg, umur 24 tahun Rp1.598,20/Kg, dan umur 25 tahun Rp1.559,12/Kg.

Harga CPO mencapai Rp8.113,53/Kg dan harga Kernel Rp4.204,28/Kg.

Baca juga: Produksi minyak sawit Malaysia turun picu naiknya harga sawit Riau
Baca juga: Harga CPO di Jambi melonjak, jadi di atas Rp7.400
Baca juga: Harga TBS kelapa sawit di Aceh Barat naik

Pewarta: FB Anggoro
Editor: Subagyo
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Diskriminasi sawit Indonesia, Airlangga ingatkan Eropa soal Airbus

Komentar