Puluhan ton ikan asal Aceh Barat dominasi pasokan ke Sumut dan Sumbar

Puluhan ton ikan asal Aceh Barat dominasi pasokan ke Sumut dan Sumbar

Seorang pendayung becak motor menunggu pengangkutan ikan tongkol hasil tangkapan nelayan di Tempat Pendaratan Ikan (TPI) Meulaboh, Kabupaten Aceh Barat. Hingga Sabtu (23/11/2019) ikan segar hasil tangkapan nelayan dari daerah ini juga dikirim ke Kota Medan, Sumatera Utara dan Padang, Sumatera Barat untuk kebutuhan warga lokal dan komoditas ekspor. (ANTARA/Teuku Dedi Iskandar)

"Banyaknya kebutuhan ikan segar ke luar Aceh membuat nelayan dan masyarakat pesisir untung, karena dapat meningkatkan pendapatan dan ekonomi keluarga," kata seorang agen ikan segar di Kompleks Pendaratan Ikan (TPI) Meulaboh, Aceh Barat, Yosa, Sabtu.
Meulaboh (ANTARA) - Puluhan ton ikan tongkol dan aneka jenis ikan lainnya hasil tangkapan nelayan di Meulaboh, Kabupaten Aceh Barat, setiap hari dikirim ke Medan, Provinsi Sumatera Utara dan Kota Padang, Provinsi Sumatera Barat.

Ikan segar tersebut selama ini menjadi andalan pendapatan nelayan karena ikan hasil tangkapan dikonsumsi oleh warga di luar daerah maupun dijadikan sebagai ikan ekspor ke luar negeri.

"Banyaknya kebutuhan ikan segar ke luar Aceh membuat nelayan dan masyarakat pesisir untung, karena dapat meningkatkan pendapatan dan ekonomi keluarga," kata seorang agen ikan segar di Kompleks Pendaratan Ikan (TPI) Meulaboh, Aceh Barat, Yosa, Sabtu.
Baca juga: PKK Aceh: Konsumsi ikan sejak dini penting untuk pertumbuhan

Ia merincikan, setiap harinya paling sedikit sebanyak 12 ton ikan segar dari daerah ini dikirim ke Kota Medan, Sumatera Utara untuk menambah ketersediaan ikan segar dan komoditas ekspor.

Sedangkan pengiriman ke Padang, Sumatera Barat juga didominasi oleh ikan segar jenis tongkol dan ikan lainnya, karena kebutuhan masyarakat di daerah tersebut dalam mengonsumsi ikan segar relatif tinggi.

Yosa mengakui, banyaknya ikan segar yang dikirim ke luar Aceh membuat pendapatan nelayan bertambah, karena setiap pengiriman ikan segar tersebut ia mampu meraup keuntungan mencapai puluhan juta rupiah.
Baca juga: Aceh kekurangan gudang pendingin ikan

Hal itu disebabkan harga jual ikan segar di luar Aceh lebih tinggi dari harga jual ikan segar di daerah.

"Kalau ke Sumbar kami kirimnya paling sedikit seminggu sekali karena jarak tempuh yang jauh. Namun kalau ke Medan, Sumatera Utara, ikannya kita kirim setiap hari karena permintaan yang tinggi," kata Yosa menambahkan.

Ia juga membenarkan selama ini ikan segar hasil tangkapan nelayan di Aceh banyak diminati oleh konsumen di luar daerah, karena ikan tersebut dalam keadaan segar dan tidak terdapat bahan pengawet.
Baca juga: Aceh ekspor enam ton ikan segar lewat laut ke Thailand

Pewarta: Teuku Dedi Iskandar
Editor: Budisantoso Budiman
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Presiden ajak ulama Aceh jaga persatuan

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar