Goo Hara meninggal, berikut pernyataan agensi Production Ogi

Goo Hara meninggal, berikut pernyataan agensi Production Ogi

Penyanyi dan aktris Goo Hara. ANTARA/Instagram/koohara__/pri.

Jakarta (ANTARA) - Agensi Jepang yang menaungi Goo Hara, Production Ogi, merilis pernyataan terkait meninggalnya Hara di kediamannya pada Minggu.

Production Ogi menyampaikan pernyataan kepada agensi hiburan Korea Selatan bernama 8D Creative, karena Goo Hara tidak berafiliasi dengan agensi Korea mana pun pada saat ini.

"Halo. Kami di sini untuk menyampaikan berita tragis dan sangat disayangkan," tulis Production Ogi dilansir dari Soompi.

Agensi itu juga meminta penggemar maupun media untuk tidak membuat berita berdasarkan desas-desus untuk menghormati keluarga serta kawan-kawan yang ditinggalkan Hara.

"Anggota keluarga dan teman-teman Goo Hara sangat terkejut dan cemas saat ini. Karena itu, kami dengan sungguh-sungguh meminta untuk tidak menulis artikel spekulatif dan menyebarkan desas-desus," kata mereka.

Baca juga: Goo Hara meninggal, mantan anggota KARA terkejut

Baca juga: Penyanyi Goo Hara dikabarkan meninggal dunia


"Kami meminta maaf karena menyampaikan berita mendadak ini, dan kami sekali lagi minta maaf karena meminta (media dan penggemar) menahan diri untuk tidak melakukan panggilan belasungkawa," tutupnya.

Goo Hara dikabarkan meninggal dunia di rumahnya pada Minggu (24/11).

Departemen Kepolisian Gangnam melaporkan anggota grup idola K-Pop yang kini sudah bubar, KARA, ditemukan tak bernyawa di rumah Cheongdam-dong sekitar pukul 18.00 waktu Korea Selatan.

Saat ini, mereka masih menyelidiki kasus ini dan belum merilis info lebih lanjut.

Goo Hara memulai debutnya sebagai anggota KARA pada tahun 2008. Dia mulai mempromosikan sebagai artis solo di Korea dan Jepang.

Baca juga: Goo Hara unggah fotonya bersama Sulli

Baca juga: Mencoba bunuh diri, penyanyi K-Pop Goo Ha-ra dilarikan ke rumah sakit

Baca juga: Begini kronologis petugas damkar bocorkan informasi kematian Sulli

Baca juga: BIGBANG T.O.P suarakan penolakan terhadap "cyber bullying"

Pewarta: Arnidhya Nur Zhafira
Editor: Alviansyah Pasaribu
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Ketika hasil karya anak autis menjadi motif mode 

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar