Laporan dari China

1,43 juta pelamar berebut 24.000 lowongan PNS China

1,43 juta pelamar berebut 24.000 lowongan PNS China

Presiden China Xi Jinping tiba untuk upacara sambutan di Balai Agung Rakyat, di Beijing, China, Jumat (25/10/2019). ANTARA FOTO/REUTERS/Jason Lee/AWW/djo

Beijing (ANTARA) - Lebih dari 1,43 juta pelamar bersaing ketat untuk memperebutkan 24.000 posisi pegawai negeri sipil di China yang lowong.

Mereka mulai mengikuti tes tulis pada Minggu (24/11), demikian media resmi setempat, Senin.

Badan Kepegawaian China (SACS) pada Oktober lalu membuat rencana pengangkatan 24.000 PNS untuk bekerja di 86 institusi pemerintahan pusat dan 23 lembaga vertikal sesuai proyeksi 2020, tulis portal berita Chinanews.com.

Proses rekrutmen tahun ini merupakan yang pertama kali sejak Undang-Undang Pegawai Negeri Sipil direvisi dan menambah 14.500 job dibandingkan tahun lalu.

Para pelamar dari seluruh pelosok daratan China harus mengikuti tes tertulis yang berlaku secara nasional.

Sementara untuk pelamar yang membutuhkan keahlian khusus di bidang keuangan, keamanan publik, urusan luar negeri dan lain sebagainya harus mengikuti tes keahlian sesuai bidangnya.

Para pelamar akan dinilai berdasarkan kecakapan umum dalam tes tulis, tes psikologi, dan pengalaman magang.

"Perekrutan tahun ini lebih banyak sehingga jumlah aplikasi lamarannya juga banyak. Seperti halnya banyak posisi yang membutuhkan kemampuan profesional," ujar Li Manqin, konsultan penyelenggara ujian nasional PNS, dikutip portal berita tersebut.

SACS mempersyaratkan integritas politik para pelamar merupakan hal mendasar dalam penilaian.

Mayoritas lowongan untuk kepengurusan Partai Komunis China dan lembaga pemerintahan yang levelnya provinsi ke atas juga mengharuskan pengalaman kerja selama dua tahun di tingkat akar rumput masyarakat, tulis People's Daily.

Lebih dari 2.700 lowongan pada bidang pelayanan tingkat dasar hanya untuk para veteran yang berijazah setingkat SMA dan telah berpengalaman minimal lima tahun di bidang pelayanan masyarakat.

Menurut laporan Xinhua, beberapa persyaratan untuk posisi tertentu di daerah terpencil, seperti penilaian hasil tes dan pengalaman kerja, relatif tidak begitu ketat guna mendorong para sarjana berkontribusi pada pembangunan di tengah masyarakat yang berada wilayah tertinggal.

Pada 2018 jumlah pelamar PNS di negara berpenduduk terbanyak itu hanya 920.000 orang, lebih sedikit dibandingkan pada 2017 yang mencapai 1,13 juta orang.

Baca juga: Australia selidiki tuduhan mata-mata China di parlemen

Baca juga: Dugaan campur tangan China kacaukan kampanye pemilihan umum Taiwan

 

Pewarta: M. Irfan Ilmie
Editor: Fardah Assegaf
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar