PDIP perluas jejaring di masyarakat jelang Pilkada Surabaya 2020

PDIP perluas jejaring di masyarakat jelang Pilkada Surabaya 2020

Ketua DPC PDI Perjuangan Adi Sutarwijono saat memimpin rapat koordinasi yang melibatkan PAC, ranting, dan anak ranting di Kecamatan Tenggilis Mejoyo, Kota Surabaya, Minggu (24-11-2019). ANTARA/HO-DPC PDIP

Surabaya (ANTARA) - DPC Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Kota Surabaya mendorong kader-kader partai untuk bisa memperluas jaringan dan peran di tengah masyarakat menjelang pelaksanaan Pilkada Surabaya 2020.

Ketua DPC PDI Perjuangan Surabaya Adi Sutarwijono di Surabaya, Jawa Timur, Senin, mengatakan bahwa pemenangan Pilkada Surabaya 2020 salah satunya bertumpu pada peran kader-kader partai di tengah masyarakat.

"Oleh karena itu, segenap kekuatan PDI Perjuangan harus memperluas jejaring dan peran di tengah masyarakat," kata Adi Sutarwijono.

Pernyataan tersebut juga disampaikan Adi Sutarwijono dalam rapat koordinasi yang melibatkan PAC, ranting, dan anak ranting di Kecamatan Tenggilis Mejoyo, Rungkut, dan Gubeng, Minggu (24/11) malam.

Menurut dia, Pilkada Kota Surabaya 2020 akan mencari figur pemimpin baru, pengganti Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini yang habis jabatannya awal 2021.

Baca juga: NPHD baru untuk Pilkada Surabaya 2020 ditandatangani

Wali Kota Risma yang merupakan kader PDIP, kata dia, dinilai banyak kalangan telah berhasil membawa berbagai kemajuan di Kota Surabaya.

Bahkan, lanjut dia, Risma berhasil mengangkat Kota Pahlawan di level internasional melalui berbagai penghargaan yang berhasil diraihnya.

Wali kota Risma memimpin Surabaya sejak 2010, kemudian memenangi Pemilihan Wali Kota Surabaya 2015 dengan kemenangan mutlak 86,3 persen.

Sebelumnya, Kota Surabaya dipimpin Wali Kota Bambang D.H. yang juga kader PDIP.

Ia berhasil meletakkan dasar-dasar pemerintahan kota yang modern, transparan, dan akuntabel. Terlebih, Bambang D.H. telah berhasil membawa Surabaya keluar dari berbagai krisis pasca-Orde Baru.

Bambang DH memimpin Kota Surabaya pada tahun 2002 menggantikan Wali Kota Soenarto Soemoprawiro yang berhalangan sakit. Dalam pilkada langsung yang pertama pada 2005, Bambang D.H. berhasil terpilih ke-2 kali dengan perolehan 51,34 persen.

"Berbagai kemajuan dan perkembangan pesat Kota Surabaya selama 17 tahun tentu menjadi modal yang positif PDI Perjuangan. Masyarakat akan menaruh kepercayaan pada PDI Perjuangan dalam Pilkada 2020," kata Adi.

Ia mengatakan bahwa gerak dari para calon wali kota dan calon wakil wali kota yang mendaftar melalui PDI Perjuangan harus dukung penuh oleh jajaran partainya. Ada 18 orang bakal calon yang mendaftar, enam berasal dari kader PDIP.

Baca juga: SSC : Eksekutif-legislatif tidak perlu "baper" jelang Pilkada Surabaya

"Men-support dengan cara menyosialisasikan kepada warga masyarakat, termasuk membuka akses di tengah masyarakat sehingga para calon makin dikenali warga," kata Adi.

Ketua PAC PDI Perjuangan Tenggilis Mejoyo Mardiyono mendukung penuh upaya perluasan jejaring di tengah masyarakat.


"Kawan-kawan di Tenggilis Mejoyo akan bergerak aktif di tengah masyarakat untuk menyosialisasikan para calon dari PDI Perjuangan," kata Mardiyono.

Dalam beberapa hari ini, DPC PDI Perjuangan Kota Surabaya menggerakkan jajaran kepengurusan partainya di 31 kecamatan dan 154 kelurahan.

"Kemenangan Pilkada 2020 merupakan bagian dari perjalanan panjang untuk menyusun kemenangan Pemilu 2024. Kami bekerja dengan gotong royong untuk mencapai tujuan itu," ujarnya.

Pewarta: Abdul Hakim
Editor: D.Dj. Kliwantoro
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Dua Cagub Jatim gunakan hak pilih di Surabaya

Komentar