Pemkab Batang lirik pembuatan kapal sebagai objek wisata edukasi

Pemkab Batang lirik pembuatan kapal sebagai objek wisata edukasi

Bupati Batang Wihaji bersama seorang pengusaha galangan kapal mengecek lokasi pembuatan kapal kayu yang akan dijadikan sebagai tempat edukasi wisata. (Foto: Kutnadi)

Untuk realisasinya kemungkinan tahun depan (2020). Nantinya, wisata bahari galangan kapal kayu ini akan menjadi satu paket dengan Pantai Sigandu dan perkebunan bunga melati
Batang (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Batang, Jawa Tengah, melirik aktivitas pembuatan kapal kayu sebagai objek wisata edukasi berskala internasional untuk mendukung Program "Visit to Batang 2022".

Bupati Batang Wihaji di Batang, Senin, mengatakan rencananya pada Desember 2019, pemkab akan melakukan uji pemasaran (test marketing) dan berkoordinasi dengan instansi terkait yaitu Dinas Pariwisata.

"Untuk realisasinya kemungkinan tahun depan (2020). Nantinya, wisata bahari galangan kapal kayu ini akan menjadi satu paket dengan Pantai Sigandu dan perkebunan bunga melati," katanya.

Ia mengatakan untuk mendukung pengembangan wisata bahari galangan kapal ini, pemkab siap melakukan perbaikan infrastruktur di sekitar kawasan objek wisata tersebut.

"Perbaikan infrastruktur pasti kami lakukan. Untuk awal perbaikan, kami lakukan pada Jembatan Situri," katanya.

Baca juga: Pemkab Batang anggarkan dana pembangunan infrastruktur Rp73 miliar

Untuk mendukung program edukasi wisata tersebut, kata dia, pemkab juga akan dibangun museum kapal dan mendatangkan juru masak profesional lulusan Harvard University untuk memberikan ilmu pada warga yang berada di kawasan wisata itu.

"Kita akan meniru restoran bahari di Muara Angke, Jakarta. Oleh karena, kami akan mengajarkan skill memasak pada warga yang dilatih oleh chef atau juru masak lulusan Harvard. Tujuannya, supaya ada tempat makan dengan sajian makanan bertaraf internasional di kawasan wisata bahari," katanya.

Baca juga: Dukung "Heaven of Asia", Batang siap kembangkan wisata cagar budaya

Pengusaha galangan kapal Nur Haji Slamet Urip mengatakan dirinya siap mendukung wacana dibangunnya objek wisata edukasi berskala internasional.

Bahkan, kata dia, para pelaku usaha galangan kapal mendesak pemkab agar wacana itu segera direalisasikan.

"Bisa dikatakan galangan di sini (Kabupaten Batang) terbesar di dunia. Tak jarang selain menerima pesanan kapal kayu skala nasional, kami juga membuat kapal pinisi untuk Eropa dan Jepang," katanya.

Baca juga: Realisasi penerimaan PKB Samsat Batang mencapai Rp53,265 miliar

Pewarta: Kutnadi
Editor: Agus Salim
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Pemkab Batang anggarkan Rp40 miliar untuk COVID-19

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar