Inspektur Jenderal Polisi Fiandar jadi gubernur Akademi Kepolisian

Inspektur Jenderal Polisi Fiandar jadi gubernur Akademi Kepolisian

Kepala Lembaga Pendidikan dan Latihan Kepolisian Indonesia, Komisaris Jenderal Polisi Arief Sulistyanto, menyerahterimakan jabatan gubernur Akademi Kepolisian, dari Inspektur Jenderal Polisi Achmat Juri kepada Inspektur Jenderal Polisi Fiandar, di Lapangan Bhayangkara Akademi Kepolisian, Semarang, Senin. ANTARA/HO/Humas Akpol Semarang

Semarang (ANTARA) - Inspektur Jenderal Polisi Fiandar menjabat sebagai gubernur Akademi Kepolisian, di kawasan Candi, Semarang, menggantikan Inspektur Jenderal Polisi Achmat Juri, yang dimutasi ke jabatan yang baru.

Upacara Serah terima jabatan itu dipimpin Kepala Lembaga Pendidikan dan Latihan Kepolisian Indonesia, Komisaris Jenderal Polisi Arief Sulistyanto, di Lapangan Bhayangkara Akademi Kepolisian, Semarang, Senin.

Menurut Sulistyanto, Fiandar bukan orang baru di lingkungan lembaga pendidikan Kepolisian Indonesia, karena sebelumnya pernah menjadi kepala Biro Pembinaan Pendidikan dan Latihan Lembaga Pendidikan dan Latihan Kepolisian Indonesia. 

Baca juga: Kapolri harap Gubernur Akpol baru hapus budaya kekerasan

Sulistyanto mengatakan Akademi Kepolisian harus memgubah paradigma lama dalam pendidikan dan latihan Kepolisian Indonesia. 

"Mengubah paradigma formalistik, hanya berdasarkan rutinitas, hanya memgejar status dan bersifat artifisial yang terbukti telah menyeba kan degradasj nilai dan kualitas profesionalitas Polri," katanya.

Baca juga: Gubernur Akpol: orang tua taruna jangan cemas

Untuk menghasilkan SDM yang unggul, kata dia, maka harus diterapkan paradigma yang berorientasi pada proses.

Ia yakin gubernur baru Akademi Kepolisian mampu mewujudkan pembentukan calon pimpinan Kepolisian Indonesia yang unggul, kompetitif, dan berintegritas.

"Para taruna Akademi Kepolisian harus bisa menjadi pemimpin yang berani memutuskan dengan benar, baik dan halal. Jangan biarkan mereka menjadi perwira Polri yang menghalalkan segala cara untuk mencapai tujuan," katanya.

Pewarta: Immanuel Citra Senjaya
Editor: Ade P Marboen
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar