Menko PMK: Bekali desa dengan kemampuan kolaborasi dan inovasi

Menko PMK: Bekali desa dengan kemampuan kolaborasi dan inovasi

Menko PMK Muhadjir Effendy saat menghadiri Peringatan Hari Wayang Dunia Ke-V dan Hari Wayang Nasional Tahun 2019 di Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta, Selasa (5/11/2019) malam. ANTARA/HO-Kemenko PMK

inovasi desa ini menjadi rujukan bagi desa-desa serta merevitalisasi pendampingan
Jakarta (ANTARA) - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy mengatakan agar mampu maju dan berdaya saing, desa harus dibekali dengan empat kemampuan, yakni kemampuan berpikir kritis (critical thinking), kemampuan kreatif dan inovasi (creative thinking and innovation), kemampuan kemampuan komunikasi aktif (communicative skill) serta kolaborasi (colaborative skill) atau yang disebut kemampuan 4C.

"Kemampuan 4C ini bisa menjadi pegangan kepada para pendamping desa sebagai inspirator, sebagai inisiator untuk memajukan desa-desa kita," kata Menko PMK Muhadjir di acara Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Program Inovasi Desa (PID) Tahun 2019, Jakarta, Senin.

Kemampuan berpikir kritis dan kreatif serta inovasi ini yang akan menjadi modal dalam pemberdayaan masyarakat desa untuk punya andil besar membangun desanya.

"Kita harus membangkitkan semangat untuk desa-desa kita melalui 4C. C pertama adalah critical thinking (kemampuan berpikir kritis) mendorong masyarakat desa dan pemimpin desa untuk bisa berpikir kritis, mengkritisi apa-apa saja kebijakan desa yang ada di desa masing-masing karena dengan kemampuan berpikir kritis itulah akan bisa terungkap tergali masalah-masalah yang ada di desa," ujarnya.

Baca juga: Mendes: Inovasi percepat perubahan desa tertinggal menjadi desa maju
Baca juga: 4 kabupaten di Jawa Tengah jadi percontohan inovasi desa nasional


Menurut Muhadjir, jika sudah mencapai tahap kemampuan berkreasi, berpikir inovatif dan kreatif, maka yang tidak kalah penting adalah kemampuan berkomunikasi karena karya-karya kreatif dan inovatif hanya akan terhenti di pihak yang menemukan saja jika tidak ada upaya untuk mengkomunikasikan, mendesiminasikan serta mereplikasikannya kepada pihak-pihak lain.

"Karya inovasi itu tidak mungkin tanpa didahului dengan karya kreatif. Berpikir kreatif tidak mungkin tanpa didahului dengan kemampuan berpikir kritis sehingga antara kritis, kreatif dan inovatif adalah serangkaian cara bernalar modern yang sangat dianjurkan untuk ditularkan diajarkan dititipkan kepada warga masyarakat termasuk yang ada di pedesaan," ujarnya.

Menko PMK Muhadjir menginginkan agar sesuatu yang baru ditemukan tidak hanya dimiliki sendiri tetapi segera ditularkan kepada masyarakat lain sehingga kebaruan itu bisa direplikasikan, dan praktik baik dari satu atau lebih desa bisa diterapkan ulang ke desa-desa lain. Oleh karenanya, masyarajat desa juga perlu dipersenjatai dengan kemampuan berkomunikasi yang baik serta kolaborasi atau kerja sama.

"Dengan kerja sama itulah, dengan gotong-royong itulah kita akan bisa segera memberdayakan, meningkatkan, dan memodernisasi desa-desa di seluruh Indonesia," ujarnya.

Baca juga: Bursa inovasi desa Pasaman Barat ditampilkan untuk pengembangan daerah
Baca juga: Dirjen: Pembangunan desa butuh pendampingan akademisi


Menko PMK mengapresiasi Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi yang memberikan perhatian signifikan terhadap pengembangan inovasi desa. Menurutnya, program inovasi desa adalah terobosan yang dapat dilakukan untuk menjangkau ribuan desa di Indonesia.

"Memang tidak mudah untuk membangun secara simultan mencakup seluruh desa di seluruh Indonesia. Tapi saya yakin, dengan adanya program inovasi desa dan adanya pemberian penghargaan terhadap karya-karya inovatif seperti yang dilakukan Kementerian Desa ini, saya yakin proses desiminasi dan proses replikasi terhadap praktik baik desa di Indonesia akan segera terwujud," tuturnya.

Sementara, Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Abdul Halim Iskandar mengatakan sejak tahun 2017 hingga saat ini, inovasi pembangunan desa terus mengalami peningkatan. Inovasi terbanyak ada di bidang kewirausahaan, disusul bidang infrastruktur dan pengembangan sumber daya manusia.

"Agar dana desa efektif digunakan untuk melaksanakan strategi dan mencapai tujuan pembangunan nasional, maka dibuatlah program inovasi desa. Inovasi desa ini menjadi rujukan bagi desa-desa serta merevitalisasi pendampingan," ujarnya.

Baca juga: KKP kembangkan desa inovasi untuk penerapan Ekonomi Biru
Baca juga: Enam tim inovasi desa terbaik raih penghargaan Kemendes PDTT


Dia mengajak para gubernur dan bupati untuk mereplikasi inovasi desa yang sesuai dengan permasalahan perdesaan di daerah masing-masing.

Untuk mendukung ketepatan inovasi dalam memecahkan masalah desa, Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi dan Transmigrasi telah mengembangkan aplikasi www.idm.kemendesa.go.id yang berisi inovasi kegiatan guna menyelesaikan permasalahan desa. Melalui aplikasi tersebut, pemangku kebijakan desa dapat memilah inovasi yang sesuai sebagai rujukan.

Dalam 2-3 bulan ke depan Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi akan meningkatkan optimalisasi dan validitasi data perdesaan. Perbaharuan dan validitasi data perdesaan menjadi penting untuk mencapai percepatan dan ketepatan sasaran pembangunan desa.

"Validitasi data, upgrading (perbaikan), optimalisasi data akan terus disempurnakan, agar betul-betul terjadi percepatan dan ketepatan sasaran pembangunan desa. Karena desa adalah ujung tombak perkembangan dalam membangun bangsa dan negara," ujarnya.

Baca juga: Desa Mengwitani pertahankan sektor pertanian
Baca juga: Gunung Sari bertransformasi jadi desa mandiri berprestasi
Baca juga: Geliat pariwisata di desa nelayan Padangbai





 

Pewarta: Martha Herlinawati S
Editor: Budhi Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Menko PMK imbau peserta BPJS kesehatan tidak turun kelas

Komentar