Megawati ajak media arusutamakan isu perubahan iklim

Megawati ajak media arusutamakan isu perubahan iklim

Konferensi pers di Jakarta, Senin (25/11/2019) tentang penghargaan Megawati Soekarnoputri sebagai Tokoh Pelopor Penguatan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika. ANTARA/Anom Prihantoro

Jakarta (ANTARA) - Mantan Presiden Megawati Soekarnoputri mengajak media massa untuk mengarusutamakan isu-isu perubahan iklim guna menumbuhkan kesadaran masyarakat mengenai kondisi lingkungan saat ini.

"Media agar memberikan ruang lebih kepada masalah 'climate change' dengan BMKG termasuk di dalamnya, agar ada kesadaran masyarakat Indonesia yang saat ini masih pasif," kata Megawati yang merupakan Presiden kelima RI di Kantor BMKG, Jakarta, Senin, usai menerima penghargaan sebagai Tokoh Pelopor Penguatan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika.

Ketua Umum PDI Perjuangan itu juga mendorong agar media lokal seperti televisi daerah untuk mengkampanyekan pentingnya menanggulangi perubahan iklim, berikut potensi bencananya.
Baca juga: Megawati minta media massa lebih beri ruang untuk isu perubahan iklim

Dengan begitu, kata dia, masyarakat semakin sadar dalam menghadapi segala potensi bencana alam yang tidak dikehendaki.

Mega mengatakan dalam perubahan iklim saat ini perlu penyadaran masyarakat agar peduli. Berbagai cara bisa dilakukan oleh multisektor seperti kampanye dari berbagai saluran.

Apabila masyarakat sadar tentang perubahan iklim dan isu-isu lingkungan, lanjut dia, maka mereka dapat mandiri dalam mengatasi berbagai hal terkait "climate change" serta hal terkait lainnya.
Baca juga: Megawati raih gelar tokoh penguatan MKG

"Masyarakat agar segera melindungi dirinya untuk pergi ke sebuah tempat aman di mana saat ini masih minimal pengetahuannya. Mereka agar dapat menolong diri mereka sendiri," katanya.

Dari instansi pemerintah, kata dia, juga perlu untuk ikut mendukung adanya kesadaran isu-isu perubahan iklim seperti dari Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika, Badan Nasional Penanggulangan Bencana dan unsur terkait lainnya.
Baca juga: Mega dorong penanganan bencana masuk kurikulum sekolah

Pewarta: Anom Prihantoro
Editor: Muhammad Yusuf
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Jakarta status siaga potensi banjir dampak hujan lebat 24-25 Januari

Komentar