Wamen PUPR terus pantau proses rekonstruksi pascabencana di Pasigala

Wamen PUPR terus pantau proses rekonstruksi pascabencana di Pasigala

Wakil Menteri PUPR, Jhon Wempi Wetipo memberikan keterangan pers kepada sejumlah awak jurnalis di sela-sela peninjauan proses rekonstruksi dan rehabilitasi Bendungan Irigasi Gumbasa di Desa Pandere, Kecamatan Gumbasa, Sigi, Senin (25/11). (ANTARA/Muhammad Arsyandi)

Mudah-mudahan teman yang di lapangan bisa lebih baik lagi bekerja sehingga bisa selesai paling lambat tahun 2022,
Sigi (ANTARA) - Wakil Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Wamen PUPR), Jhon Wempi Wetipo memastikan akan terus memantau perkembangan proses rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana gempa, tsunami dan likuefaksi tahun 2018 di Kota Palu, Kabupaten Sigi dan Donggala (Pasigala)

Terutama proses rehabilitasi dan rekonstruksi sejumlah infrastruktur yang rusak saat bencana terjadi dan menjadi tanggungjawab pemerintah pusat di bawah Kementerian PUPR.

"Pasti setiap saat saya akan datang untuk mengecek sejauh mana perkembangan proses rehabilitasi dan rekonstruksi oleh Kementerian PUPR melalui balai-balainya di sini dan instansi terkait," jelasnya di sela-sela peninjauan proses rekonstruksi dan rehabilitasi Bendungan Irigasi Gumbasa di Desa Pandere, Kecamatan Gumbasa, Sigi, Senin.

Baca juga: Wamen PUPR: Rekonstruksi Irigasi Gumbasa di Sigi harus selesai 2022

Sebab, ia menambahkan Presiden Joko Widodo dan Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono telah memberikan tanggungjawab kepadanya untuk mengawal perkembangan proses rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana di Pasigala, Lombok dan sejumlah daerah.

"Mudah-mudahan teman yang di lapangan bisa lebih baik lagi bekerja sehingga bisa selesai paling lambat tahun 2022. Kami berharap kehadiran kami di sini bisa memberi semangat dan bantuan kepada kepala daerah dan masyarakat," harapnya.

Baca juga: Rekonstruksi jalan terdampak bencana 2018 di Sulteng selesai 2021

Ia menegaskan proses rehabilitasi dan rekonstruksi infrastruktur terdampak bencana di Pasigala harus tuntas paling lambat tahun 2022, hal itu berdasarkan arahan Presiden Joko Widodo saat meninjau perkembangan pemulihan di Kota Palu bulan lalu.

Kementerian PUPR merehabilitasi dan merekonstruksi sejumlah infrastruktur yang rusak saat bencana 28 September 2018 di Pasigala antara lain ruas jalan nasional dan non nasional, Bendungan Irigasi Gumbasa di Sigi, rekonstruksi rumah sakit dan perguruan tinggi serta tanggul laut di Kota Palu.

Baca juga: Wamen PUPR: 2.500 huntap di Pasigala harus rampung sebelum April 2020

Pewarta: Muhammad Arshandi
Editor: Hendra Agusta
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Selama 2019 seluruh daerah di Sulawesi Tengah dilanda bencana

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar