Optimisme perdagangan angkat dolar ke tertinggi 1-minggu terhadap yen

Optimisme perdagangan angkat dolar ke tertinggi 1-minggu terhadap yen

Mata uang Dolar AS dan Yuan China. ANTARA/Shutterstock/rustamxakim/aa.

Sentimen pasar yang konstruktif didasarkan pada fondasi yang rapuh; itu akan tampak dan kami perkirakan yen Jepang ...
New York (ANTARA) - Berita positif tentang perdagangan China-Amerika Serikat membantu meningkatkan sentimen risiko pada akhir perdagangan Senin (Selasa pagi WIB), mengangkat dolar AS ke level tertinggi satu minggu terhadap safe-haven yen.

Sementara itu, pound Inggris menguat karena jajak pendapat pemilu Inggris selama akhir pekan terus menunjukkan keunggulan yang cukup besar bagi Partai Konservatif yang berkuasa.

China dan Amerika Serikat sangat dekat dengan kesepakatan perdagangan "fase satu", Global Times, sebuah tabloid yang dijalankan oleh harian resmi Partai Komunis, People’s Daily, mengatakan pada Senin (25/11/2019), mengabaikan laporan media "negatif".

Terhadap yen, yang cenderung menguat di saat-saat terjadi tekanan geopolitik atau finansial akibat posisi Jepang sebagai kreditor terbesar dunia, dolar menguat 0,29 persen menjadi berada di 108,95 yen, tertinggi dalam satu minggu terakhir.

Baca juga: Yuan melemah terhadap dolar AS untuk hari keempat berturut-turut

Juga membantu sentimen risiko adalah berita selama akhir pekan bahwa China berusaha untuk secara substansial menaikkan batas atas denda pelanggaran kekayaan intelektual.

"Pemerintah China berjanji untuk meningkatkan hukuman atas pelanggaran hak kekayaan intelektual dan ambang batas hukuman pidana yang lebih rendah untuk pencurian IP, berpotensi membantu dalam pembicaraan perdagangan AS-China," kata ahli strategi Morgan Stanley dalam sebuah catatan pada Senin (25/11/2019).

Optimisme tentang kesepakatan perdagangan juga mengurangi permintaan untuk obligasi safe-haven.

"Sayangnya, kami sudah sering mengalami ini sebelum saya berjuang untuk menjadi sangat bersemangat," kata Craig Erlam, analis pasar senior di OANDA, dalam sebuah catatan.

Baca juga: Partai berkuasa Taiwan kecam China sebagai "musuh demokrasi"

Meskipun melemah pada Senin (25/11/2019), safe-haven yen kemungkinan akan tetap dalam permintaan, Shaun Osborne, kepala strategi valas di Scotiabank di Toronto, mengatakan dalam sebuah catatan.

“Sentimen pasar yang konstruktif didasarkan pada fondasi yang rapuh; itu akan tampak dan kami perkirakan yen Jepang misalnya, tetap mendapat dukungan dengan baik karena penurunan sementara ketegangan perdagangan membara," kata Osborne.

Indeks dolar AS, yang membandingkan greenback terhadap enam mata uang utama lainnya naik 0,03 persen pada 98,298.

Para investor memandang Amerika Serikat sebagai berposisi relatif baik untuk menghadapi perang dagang yang besar seandainya ada.

Spekulan menaikkan taruhan jangka panjang bersih pada dolar ke level tertinggi lima minggu dalam seminggu hingga 19 November, data dari Komisi Perdagangan Berjangka Komoditas AS menunjukkan.

Sterling naik dari posisi terendah baru-baru ini ketika jajak pendapat terus menunjukkan Konservatif yang berkuasa sebagai favorit untuk memenangkan pemilihan 12 Desember dengan janji mengimplementasikan Brexit dan menghentikan ketidakpastian politik selama tiga setengah tahun.

Pound menguat 0,58 persen terhadap dolar AS.
Baca juga: Kurs rupiah menguat seiring intervensi bank sentral

Penerjemah: Apep Suhendar
Editor: Nusarina Yuliastuti
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Menguatnya kurs dolar tak pengaruhi daya beli masyarakat

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar